GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI

PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI PRIA DAN WANITA
Penyakit pada sistem reproduksimansia dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksimanusia dinamakan penyakit kelamin dan dapat menular.Beberapa penyakit sistem reproduksi, antara lain:
1. AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), Acquired berarti diperoleh, Immuno Deficiency berarti kekebalan yang rapuh dan Syndrom berarti penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya.
 Penyebab:
AIDS disebabkan oleh virus, yang diberi nama HIV (Human Immuno Deficiency Virus), virus ini menyerang sel darah putih tertentu, dimana sel darah putih berfungsi sebagai system kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi atau serangan penyakit terhadap tubuh. Apabila virus HIV bersarang dalam sel darah putih dan merusak sel darah putih maka tubuh akan menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.
 Penularan:
Virus HIV dapat berpindah dari seseorang ke orang lain atau dengan kata lain penyakit AIDS dapat menular. Penularan AIDS tidak menyebar melalui udara, atau karena berjabat tangan dengan penderita AIDS juga tidak menular melalui peralatan makan penderita AIDS. Tetapi virus HIV dapat menular masuk ke tubuh orang lain melalui transfusi darah (donor darah seseorang yang terinfeksi HIV) atau melalui alat-alat yang menyebabkan luka, seperti jarum suntik, jarum infus, dapat juga melalui kontak seksual.
 Pencegahan:
Sampai sekarang belum ditemukan cara pengobatan yang efektif pada penderita AIDS, oleh karena itu akan lebih baik bila kita berusaha menghindari penyakit ini dengan cara mencegah penularan virus HIV, antara lain:
a. Menggunakan jarum suntik yang steril dan jarum yang sekali pakai lalu dibuang.
b. Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga darah dapat dipastikan tidak terinfeksi virus HIV.
c. Hanya melakukan kontak seksual dengan pasangannya yang sah.

2. Gonorhea
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata(konjungtiva). Bakteri ini dapat ditularkan melalui kontak seksual.Genorea sering dikenal dengan istilah kencing nanah, karena memang penis akan mengeluarkan nanah bewarna putih kuning atau putih kehijauan.Genorea bisa menyebar melalui aliran darah kebagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.
 Gejala:
a. Penderita gonorea akan merasakan sakit pada saat urinasi.
b. Kadang-kadang urine mengeluarkan nanah.
c. Kadang-kadang pada waktu kencing atau sesudah kencing akan terasa nyeri beberapa saat.
 Akibat:
Jika penderita gonorea tidak diobati dapat merusak saluran reproduksi yaitu saluran sperma pada pria dan saluran tuba falopii pada wanita sehingga dapat mengakibatkan kemandulan.
 Pengobatan:
a. Begitu ada gejala itu segera tanpa menunggu lama pergilah ke dokter spesialis kelamin untuk diberikan obat.
b. Jangan sekali-kali membeli obat sendiri, karena obat itu harus sesuai resep dokter.
c. Kalau tidak ada dokter spesialis, dokter umum juga bisa, namun lebih dianjurkan langsug ke dokter spesialis kelamin.
 Pencegahan:
a. Selalu menjaga kebersihan.
b. Tidak bergonta-ganti pasangan.

3. Sifinis/Raja Singga
Sifinis adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya, karena mengganggu otak dan fungsi organ lainnya, disebabkan oleh Treponema Pallidum. Bakteri ini masuk kedalam tubuhh melalui selaput lendir atau melalui kulit.Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar keseluruh tubuhmelalui darah. Sifinis juga dapat menginfeksi janin dalam kandungan dan janin bisa berakibat cacat bawaaan. Selama 2-3 tahun pertama,penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun, namun setelah 5-10 tahun penyakit ini menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah, dan jantung.
 Gejala:
a. Terjadi luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir.
b. Pembengkakan getah beningpada bagian paha.
c. Bercak-bercak diselurauh tubuh.
d. Tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.
e. Kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati.
f. Muncul benjolan disekitar kelamin.
g. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan.
 Akibat:
a. kebutaan, dan
b. gila
 Pencegahan:
Antibiotik dapat menghentkan aktifitas bakteri penyebab sifinis, namun penggunaannya harus sesuai resep dokter. Jadi, jika anda merasakan gejala diatas maka segera periksakan diri, selanjutnya ikuti saja petunjuk dokter.

4. Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penyakit yang menyerang pria dan ditandai dengan penurunan fungsi testis.
 Penyebab:
Adanya gangguan pada interaksi hormon yang menyebabkan infertilisasi, impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan.
 Akibat:
a. Perubahan mental dan psikis anak yang disebabkan kelelahan.
b. Kesulitan berkonsentrasi.
c. Rasa panas di wajah.
d. Mengalami disfungsi ereksi, infertilitas, dan bahkan osteoporosis.
 Pengobatan:
Dengan terapi hormon.
5. Herpes
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis(herpes kelaim). Penyebab herpes ini adalah virus Herpes Simpleks (HSV) dan ditularkan melalui hubungan seks, baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada kelamin dan mengenai langsung bagian luka/bintil/kutil.

 Gejala:
a. Gatal, kesemutan dan sakitMuncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang nyeri.
b. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar, dan akan membentuk keropeng.
c. Demam dan menimbulkan sensasi perih bila tersentuhLepuh berair atau terbuka.
 Pencegahan:
a. Menjaga kebersihan alat intim.
b. Menjaga kelembapan.

6. Kista ovarium
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.
 Gejala:
a. Stadium awal:
berupa gangguan haid/menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama, bahkan dapat terjadi pendarahan.
b. Stadium lanjut:
gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.
 Penyebab:
a. Normalnya wanita memiliki keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, namun dewasa ini banyak kasus dimana jumlah estrogen yang melebihi dari keseimbangan yang ada (disebut dominasi estrogen), dan ini bisa memudahkan tumbuhnya kista, mioma, dan kasus reproduksi lainnya.
b. Polusi Udara, Pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya.
c. Keturunan, Kalau dalam satu keluarga ada kerabat dekat, seperti adik ibu, yang mengidap kista, mioma, endometriosis, maka anda mungkin mewarisi sifat yang sama.
d. Pola Makan, Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista. Itu terjadi karena adanya zat-zat lemak dalam makanan tersebut dapat dijadikan sumber estrogen jahat.
e. Kegemukan

7. Candidiasis / keputihan
Yaitu munculnya gumpalan seperti endapan susu berwarna putih. Disebabkan karena infeksi jamur Candida albicans.
 Gejala:
Akan muncul kemerahan dan rasa gatal (jamur-an pada genital wanita dan rasa gatal pada genital pria) yang dapat berlangsung selama periode pemakaian antibiotik. Ruam dapat diobati atau dikontrol oleh obat antifungal yang cocok, tetapi infeksi kemungkinan baru dapat terhapus bila keseimbangan jumlah bakteri/fungal asli telah dikembalikan seperti semula (dengan berhenti menggunakan antibiotik).
 Penyebab:
a. Ketidakseimbangan hormonal yang disebabkan oleh kegemukan, paska menstruasi, kehamilan.
b. Pemakaian alat kontrasepsi hormonal.
c. Penggunan obat-obatan steroid.
d. Kondisi organ intim yang terlalu lembab.
e. Gula darah yang tidak terkontrol.
 Pencegahan:
a. Menjaga kebersihan dan kelembapan organ intim wanita.
b. Penggunaan sabun khusus pembersih vagina.
c. Menjaga agar di bagian intim tidak terlalu lembab.
 Pengobatan :
a. Diberikan obat anti jamur misalnya triazol/imidazol.
b. Dalam dunia klinis, kandidiasis umumnya diobati dengan jenis antimycotics (obat anti jamur) misalnya: clotrimazole topikal, nistatin topikal, flukonazol, dan ketokonazol topikal.

8. Kanker Serviks
Penyakit ini menyerang wanita. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks (leher rahim) yang hampir semuanya disebabkan oleh virus HPV (Human papilloma virus).

 Gejala:
a. Pendarahan pada vagina yang baru muncul saat memasuki stadium lebih jauh.
b. Pendarahan tak normal Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi parah atau hanya sedikit.
c. Keputihan parah Gejala kanker serviks lainnya adalah terjadinya keputihan yang cukup parah. Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.
d. Nyeri panggul Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal. Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan, atau sangat parah.
e. Nyeri saat buang air kecil Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan penderita kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih.
f. Pendarahan saat tidak menstruasi, setelah seks, atau saat pemeriksaan panggul Terjadinya pendarahan saat berhubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah satu gejala kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama beraktivitas. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan setelah aktivitas atau seks pada wanita.
 Pengobatan:
a. Pengangkatan uterus, ovinduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limfa panggul.
b. Kemoterapi.
c. Bedah laser.
 Pencegahan:
a. Jaga kebersihan diri dan linkungan.
b. Membiasakaanpola hidup sehat.
c. Hindari rokok dan mengkonsumsi alkohol.
d. Jangan melaakukan hubungan intim diusia terlalu muda.
e. Gunakan vaksin serviks.
9. Kanker Rahim
Yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.Terutama jika Anda:
a. Sudah menopause, tapi tetap mengalami pendarahan.
b. Belum menopause, tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.
 Gejala:
a. Pendarahan vagina yang terjadi diluar siklus menstruasi atau bahkan setelah menopause.
b. Rasa sakit yang timbul juga perlu diperhatikan, seperti sakit pada panggul.
c. Benjolan di perut bawah.
d. Kehilangan berat badan.
 Faktor-faktor:
a. Pajaan terhadap estrogen.
b. Belum pernah hamil.
c. Terapi penggantian hormon.
d. Obesitas.Pengaruh usia(lanjut usia).
e. Sindrom ovarium polisistik.Penggunaan tamoksifen.
 Pencegahan:
a. Menjaga berat badan yang sehat.
b. Memperbanyak konsumsi kedelai.
c. Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombin.
 Pengobatan:
a. Operasi pengangkatan rahim, atau istilah medisnya histerektomi.
b. Radioterapi.
c. Kemoterapi.
d. Terapi hormon.

10. Kanker Prostat
Kanker prostat adalah kanker yang berkembang di bagian kelenjar prostat pada pria. Sel kanker prostat dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya terutama pada tulang dan lymph node.
 Gejala:
a. Kesulitan buang air kecil.
b. Rasa sakit di bagian prostat.
c. Impotensi.

11. Kanker Ovarium
Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit di mana ovarium yang dimiliki wanita memiliki perkembangan sel-sel abnormal. Secara umum, kanker ovarium merupakan suatu bentuk kanker yang menyerang ovarium. Kanker ini bisa berkembang sangat cepat, bahkan, dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun saja. Kanker ovarium merupakan suatu proses lebih lanjut dari suatu tumor malignan di ovarium. Tumor malignan sendiri merupakan suatu bentuk perkembangan sel-sel yang tidak terkontrol sehingga berpotensi menjadi kanker.

 Gejala:
a. Sering merasakan nyeri di perut.
b. Ukuran perut semakin besar.
c. Susah makan atau tidak nafsu makan.
d. Sering mersa kekenyangan.
e. Sering muntah dan buang air besar.
f. Kembung terus-menerus.
g. Terjadi pendarahan pada vagina.
h. Berat badan turun secara signifikan.
i. Sering merasa lelah dan sakit kepala.

12. Epididimitis
Penyakit ini menyerang pria. Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit menular seksual (PMS).
 Gejala :
a. Rasa nyeri.
b. Pembengkakan pada salah satu testis.

13. Condyloma

Yaitu tumbuhnya bejolan keras berbungkul seperti bunga kol atau jengger ayam atau dikenal sebagai kutil kelamin. Kutil kelamin atau condyloma merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), atau virus yang menyebabkan keganasan pada jaringan. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung secara seksual dengan penderita HPV lainnya. Penyakit ini ditemukan di seputar alat kelamin bagian luar, di dalam liang vagina, di sekitar anus, hingga mulut rahim. Jika sampai menginfeksi leher rahim, dapat menyebabkan kanker mulut rahim atau kanker serviks.
 Gejala:
a. Muncul semacam kutil di orgam intim.
b. Terasa panas dan gatal pada organ intim.
 Pengobatan:
a. Dengan minyak/obat oles.
b. Dengan disuntik.Dengan dioperasi.
c. Dengan obat topikal.
 Pencegahan:
a. Menjaga hygiene organ genital.
b. Menghindari gonta-ganti pasangan.

14. Bartolinitis
Yaitu infeksi pada kelenjar bartolin. Bartolinitis dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia, Gonorrhea, dsb. Bartolinitis dapat menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina. Akibat penyumbatan ini, lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan).
 Gejala:
a. Perubahan warna kulit, membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar,nyeri tekan.
b. Demam, keputihan, dan gatal.
c. Rasa sakit saat buang air kecil.
d. Benjolan disekitar alat intim.
 Pengobatan:
a. Pemberian antibiotik untuk mengurangi radang dan pembengkakan.
b. Mengangkat kelenjar yang membengkak.
15. Vulvovaginatis
Merupakan suatu peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih/putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme misalnya Gardnerella vagimalis, Trichomonas vaginalis, Candida albicans, virus herpes, Candyloma accuminata.
16. Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru.
 Gejala:
a. Nyeri perut.
b. Pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi.
c. Menstruasai yang tidak teratur.
 Penyebab:
a. Akibat hubungan kelamin, terutama bila suami trekena infeksi, jamur atau bakteri menjelang haid.
b. Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba fallopi lalu masuk ke dalam panggul atau perutdan tumbuh didalam rongga perut.
 Akibat:
a. Dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan.
 Pengobatan:
a. Pemberian obat-obatan.
b. laparoskopi atau bedah laser.

17. Infeksi Vagina
Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif.
 Gejala:
a. Keputihan.
b. Timbul gatal-gatal.Penyebab:
 Pengobatan:
Mengonsumsi jamu kunyit asem, +15 gram bunga mawar merah +15 gram daun dewa +10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
18. Dismenorea
Dismenorea merupakan rasa sakit akibat menstruasi yang sangat menyiksa karena nyerinya luar biasa menyakitkan. Jika terjadi pada wanita bekerja, tentu saja hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitasnya.
 Gejala:
a. Kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki.
b. Biasanya disertai gajala gastrointestinal gejala neurologis, seperti emosi yang tidak stabil.
c. Gatal, Jika Anda sering merasa gatal di vagina, maka itu adalah tanda yang jelas dari infeksi jamur.
d. Terbakar, Rasa terbakar setelah buang air kecil dapat menjadi tanda dari infeksi jamur vagina.
e. Nyeri, Jika rasa sakit ini ditandai dengan kemerahan, itu bisa jadi infeksi jamur vagina.
f. Keputihan, Tanda terbaru diikuti oleh gatal dan rasa terbakar di vagina adalah cairan putih kental seperti keju tebal.
 Penyebab:
a. Adanya hiperaktivitas dari uterus, endotelin, prostaglandin, vassopressin, dan kerusakan saraf perifer.
b. Memeliki penyakit radang panggul, pemasangan IUD, tumor pada tuba fallopi, usus, atau vesika urinaria, polip uteri, dan inflammatory bowel desease.
c. Bekas luka karena pernah melakukan operasi pada organ reproduksi sebelumnya.
d. Vagina sebenarnya mengandung bakteri sehat yang berfungsi untuk menjaga keasaman daerah intim. Namun, jika jumlahnya berlebihan, maka bakteri dapat menyebabkan infeksi jamur pada vagina.
e. Mencuci alat kelamin menggunakan sabun dengan aroma kuat dan kandungan kimia berbahaya adalah penyebab terakhir dari munculnya infeksi jamur vagina. Sebab aroma yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada bakteri.
 Pengobatan:
a. Meminum obat pereda rasa sakit.
b. Beristirahar, menarik napas panjang, menenangkan diri, berolahraga ringan, mengomsumsi sayur, dan buah-buahab.
c. Mengompres bagian yang terasa sakit dengan air panas.
 Pencegahan:
a. menjaga kebersihan organ intim.
b. Menghindari makanan yang mengandung gula.
19. Prostatitis
Prostate adalah organ kecil yang berlokasi pada dasar dari kantong kemih yang dibungkus sekeliling uretra, tabung yang mengosongkan kantong kemih melalui penis. Ia duduk dimuka dari rectum, dan bagian belakang dari organ dapat dirasakan melalui pemeriksaan rectal oleh dokter.
 Gejala:
a. Frekwensi dari kencing.
b. Rasa terbakarwaktu kencing (dysuria) Aliran kencig yang sedikit.
c. Ketidak mampuan untuk memulai aliran kencing.
20. Myom
Myom adalah suatu tumor jinak pada rahim yang berasal dari otot rahim. Biasa disebut mioma atau myom atau tumor otot rahim. Tumor ini letaknya pada alat reproduksi wanita. Mioma sangat umum terjadi pada wanita usia reproduktif. Sekitar 25% wanita usia 20 – 40 mempunyai mioma, makin tua umur makin besar kemungkinan mendapatkan mioma.
 Gejala:
a. Pendarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
b. Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
c. Penekanan pada organ disekitar kandung kemih, ureter, rektum.
d. Gangguan buang air besar dan buang air kecil.
e. Pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul.
f. Gamgguan pada ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
g. Bagian perut terasa kenyal.
 Penyebab:
pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).
 Akibat:
a. Sulit untuk hamil, karena terjadi penekanan pada saluran indung telur sehingga menghalangi pertemuan sperma dan telur.
b. Sulit memiliki anak(infertilitas)
c. Kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, pendarahan yang banyak, bahkan bisa menyebabkan keguguran.
21. Kanker Testis
Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).
 Gejala:
a. Muncul benjolan di dalam skroyum.
b. Membesarnya salah satu testis.
22. Kutil Kelamin
Kutil Kelamin, juga dikenal sebagai Genital warts atau Condiloma acuminata, adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang paling umum. Seperti namanya, genital warts mempengaruhi jaringan lembab di daerah genital. Kutil Kelamin terlihat kecil atau kelihatan seperti kembang kol. Meski sangat kecil, Genital wartsdapat berkembang biak dalam kelompok besar.Pada wanita, genital warts dapat tumbuh di vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus, dan leher rahim. Pada pria, kutil kelamin dapat terjadi di ujung atau batang penis, skrotum atau anus.
 Gejala:
a. Area kecil berwarna abu-abu yang bengkak di sekitar genital
b. Area kecil berwarna abu-abu yang bengkak di sekitar genital
c. Beberapa kutil berdekatan yang menyerupai kembang kol
d. Gatal atau rasa tidak nyaman di daerah genital
e. Perdarahan saat bersetubuh
 Pengobatan:
Meskipun kutil kelamin dapat diobati dengan obat-obatan dan operasi, penyakit ini adalah masalah kesehatan yang serius. Virus yang menyebabkan genital warts – human papillomavirus (HPV) – berkaitan dengan kanker serviks. Virus ini juga berkaitan dengan kanker kelamin.

23. Klamidia
Klamidia termasuk salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) pada manusia. Penyakit ini merupakan salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia. Istilah infeksi klamidia juga mengacu pada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteri Chlamydiaceae. Bakteri ini dapat merusak alat reproduksi manusia dan penyakit mata.
Klamidia dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral. Selama persalinan, seorang ibu yang mengalami infeksi klamidia juga berpotensi untuk menularkan infeksi tersebut kepada bayinya.
 Gejala:
a. Biasanya tidak terlihat gejala-gejala awal sehingga sebagian besar wanita yang mengidap klamidia tidak menyadari kalau dirinya telah terinfeksi.
b. Kadang-kadang gejala yang terasa adalah timbul rasa panas seperti terbakar pada panggul.

 Penyebab:
a. Sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
b. Hubungan seksual yang tidak aman.
c. Terinfeksi oleh bakteri C. Trachomatis.
 Pencegahan:
a. Hindari bergonta-ganti pasangan.
b. Menggunakan alat pengaman ketika berhubungan seksual tidak aman.
24. Uretritis
Uretritis adalah suatu keadaan dimana uretra atau saluran kencing seseorang mengalami peradangan. Pada umumnya, masyarakat lebih mengenal penyakit ini dengan nama infeksi saluran kencing pada organ intim pria atau wanita. Jadi bisa dibilang bahwa uretritis adalah terjadi peradangan pada uretra yang disebabkan oleh infeksi.Uretritis termasuk salah satu penyakit menular seksual atau PMS. Penyakit ini lebih beresiko menyerang wanita daripada pria, pria yang berumur 20 hingga 35 tahun, seseorang yang selalu bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan intim dan pada seseorang yang memang memiliki penyakit menular seksual.
 Penyebab:
a. Chlamydia trachomatis.
b. Trichomonas vaginalis.
c. Mycoplasma hominis.
d. Mycplasma genetalikum.
e. Ureaplasma urealyticum.
f. Iritasi paada uretra karena pemakaian sabun.
g. Masturbasi atau penggunaan kateter kandung kemih.
 Gejala:
a. Demam.
b. Sering buang air kecil.
c. Terasa nyeri, menyengat atau terbakar saat buang air kecil.
d. Keluar cairan seperti nanah dari organ intim.
e. Terdapat darah pada air seni.
f. Organ intim terasa gatal.
g. Terbakar atau kesemutan.
h. Terjadi iritasi pada organ intim.
i. Organ intim atau daerah selangkangan mengalami pembengkakan atau rasa nyeri.
j. Penderita akan merasa sakit saat melakukan ejakulasi.
k. Merasa nyeri pada perut.
l. Terasa nyeri pada bagian pelvis.
m. Cairan vagina yang tidak normal.
n. Kulit ynag dingin pada kaki dan tangan.
o. Panas dingin atau menggigil.
 Pencegahan:
a. Tidak bergonta-ganti pasangan.
b. Menjaga kebersihan organ intim.

25. Infertilitas (kemandulan)
Yaitu ketidakmampuan menghasilkan ketururan. Infertilitas dapat disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita. Pada pria infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum.
 Penyebab:
a. Gangguan spermatogenesis, misalnya karena testis terkena sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, atau gangguan hormon.
b. Tersumbatnya saluran sperma.
c. Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit.
 Pencegahan:
a. Membiasakan pola hidup sehat.
b. Menjaga kebersihan diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s