Contoh Proposal

PROPOSAL
PENGADAAN PENGOBATAN GRATIS DI DUSUN KENANGA DESA PADASOKO KECAMATAN SAWANGAN

Oleh :
Titis Tatas Nugraheni
Verani Ari Mardawati

KENANGA PADASOKO SAWANGAN
A. LATAR BELAKANG
Sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan (WHO).
Masyarakat adalah sekelompok individu yag memiliki kebutuhan akan pengobatan ataupun pelayanan kesehatan untuk melaksanakan kehidupan.
Sebagian masyarakat belum mampu menjangkau pelayanan kesehatan dikarenakan jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan ataupun adanya hambatan ekonomi sehingga minim akan pengetahuan ataupun informasi tentang kesehatan. Hal tersebut menjadikan masyarakat kurang sehat. Tingkat kesehatan masyarakat yang rendah akan mempengaruhi produkttivitas kerja.
Kesehatan masyarakat merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja baik individu, kelompok, ataupun masyarakat. Kesehatan amatlah penting, seseorang yang sehat akan merasa lebih energic dan akan dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, kesehatan yang baik akan memiliki efek positif terhadap produktivitas masyarakat.
Kesehatan masyarakat merupakan konsep pembangunan kesehatan Indonesia yang merupakan program atau tujuan pemerintah.
Pembangunan kesehataan sebagai bagian dari upaya pembangunan manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan masyarakat yang dilakukan melalui Pengadaan Program Pengobatan Gratis yang akan dilaksanakan di Dusun Kenanga, Padasoko, Sawangan.
Dengan diadakanya pengobatan gratis diharapkan mampu membantu program pemerintah dalam hal pemerataan pelayanan kesehatan yang mampu dijangkau oleh seluruh masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar dapat terwujud hidup sehat yang produktif.
Program Pengobatan Gratis ini diharapkan mampu membantu warga masyarakat sekitar untuk dapat menggunakan pelayanan kesehatan ataupun memperoleh informasi-informasi kesehatan yang dapat digunakan untuk membantu kesembuhan penyakit.
B. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan Umum
• Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
2. Tujuan Khusus
• Menjadikan masyarakat yang sehat dengan lingkungan dan perilaku hidup sehat menuju Indonesia sehat.
• Meringankan beban masyarakat dalam membantu kesembuhan pasien atau klien melalui pengadaan pengobatan gratis.
• Untuk membantu program pemerintah dalam hal pemerataan pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat.
C. LANDASAN KEGIATAN
1. Kebutuhan kesehatan masyarakat.
2. Visi misi Indonesia Sehat 2015.
3. UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) tahun 2009-2014 yang berbunyi:
“ Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang bik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.”
4. “ Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba, selama ia mampu membantu saudaranya.” (H.R Muslim).
D. JENIS KEGIATAN
1. Penyusunan proposal : 4-6 November 2014
2. Penyebaran proposal : 8 November 2014
3. Rapat panitia : 10 November 2014
4. Pembuatan selebaran/brosur : 10-11 November 2014
5. Penyebaran brosur : 12 November 2014
6. Persiapan kegiatan : H-2, tanggal 13-14 November 2014
7. Kegiatan pengobatan gratis :
• Cek As Urat, Kolesterol, dan Glukosa
• Pemeriksaan TTV
• Konsultasi kesehatan
• Obat gratis
8. Evaluasi kgiatan
E. PELAKSANAAN KEGIATAN
Waktu kegiatan dilaksanakan adalah pada:
Hari : Sabtu-Selasa
Tanggal : 15-16 November 2014
Pukul : 08.00-selesai
Tempat : Poliklinik Desa Dusun Kenenga Des Padasoko Kecamatan Sawangan.
F. KEPANITIAAN
(Terlampir)
G. PEMBIAYAAN
(Terlampir)

H. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami buat, sebagai gambaran kegiatan yang akan kami laksanakan kami uga mengharap dukungan semua pihak agar kegiatan yang kami selenggarakan dapat berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi semua. Atas kebijaksanaanya kami sampaikan terima kasih.

Ketua Sekretaris

(Ari Nugraheni S.Kep.Ns) (Hemi Sudarwati)

Mengetahui,
Penanggung Jawab

(Siti Asanah Sp.d)


I. LAMPIRAN
1. KEPANITIAAN
a. Penanggung jawab : Siti Asanah Sp.d
b. Ketua : Ari Nugraheni S.Kep.Ns
c. Sekertris : Hemi Sudarwati
d. Bendahara : Asngadah
e. Seksi:
• Seksi kegiatan .: Vina Fatimah
• Seksi konsumsi : Rani Mardawati
• Seksi kebersihan : Tita Anggraeni
• Seksi kemanan : Susanto
f. Relawan tenaga medis:
• Dokter : dr. Veri Vebiastuti
• Perawat : – Heni tantri
– Nurul Hanifah
• Bidan : Frensisca Fera Florida
• Relawan umum (siswa) :- Nur Aisyah
-Yulianti
-Yusuf M.
-Adi Kusuma
2. PEMBIAYAAN
a. Dana Tersedia
Dana tersedia sejumlah Rp.2.050.000,-
Sumber dana:
 Patungan dari beberapa siswa SMK terkupul Rp.800.000,-
 Mengajukan calon ke beberapa donatur terkumpul Rp.1.000.000,-
 Bantuan dari guru terkumpul Rp.250.000,-
b. Rencana Pengeluaran
Obat:
NO NAMA OBAT HARGA VOLUME JUMLAH
1. Antasid Rp.10.000 4 box Rp.40.000
2. Cionetidin Rp.15.500 4 box Rp.50.000
3. Amoxicilin 500 mg Rp.28.000 6 box Rp.168.000
4. Captopril 5 mg Rp.20.500 6 botol Rp.123.000
5. Amoxicilin sirup Rp.3.500 20 botol Rp.70.000
6. Tetracyclin 600 mg Rp.30.000 2 botol Rp.60.000
7. Piroxicam 20 mg Rp.14.500 4 botol Rp.58.000
8. Bimaflox Rp.30.000 2 botol Rp.60.000
9. Mecodiar Rp.11.000 4 box Rp.44.000
10. Antalgin Rp.15.000 8 box Rp.120.000
11. Pamol Rp.11.000 6 box Rp.66.000
12. Neuromec Rp.27.000 8 box Rp.216.000
13. Kotrimoksasol Rp.3.000 20 botol Rp.60.000
14. Etobion Rp.15.000 4 box Rp.60.000
15. Hidrocortisom cream Rp.4.000 20 buah Rp.80.000
16. Cloramp tetes mata Rp.5.000 20 buah Rp.100.000
17. CTM Rp.30.000 2 kaleng Rp.60.000
18. Dexa Rp.30.000 2 kaleng Rp.60.000
19. Alphara Rp.45.000 4 box Rp.180.000
Total Rp.1.565.000

Snak panitia : 20 org x Rp.5.000 x2 hr = Rp.200.000
Kebersihan tempat pelaksanaan kegiatan : Rp.25.000 x 2 hr = Rp.50.000
Pembuatan proposal, LPJ, dan penggandaan : Rp.50.000
Lain-lain (dana taktis) : Rp.85.000
c. Perkiraan Penggunaan Biaya
Rp.2.000000,-
d. Sisa Pengeluaran
Rp.50.000,-

GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI

PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI PRIA DAN WANITA
Penyakit pada sistem reproduksimansia dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksimanusia dinamakan penyakit kelamin dan dapat menular.Beberapa penyakit sistem reproduksi, antara lain:
1. AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), Acquired berarti diperoleh, Immuno Deficiency berarti kekebalan yang rapuh dan Syndrom berarti penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya.
 Penyebab:
AIDS disebabkan oleh virus, yang diberi nama HIV (Human Immuno Deficiency Virus), virus ini menyerang sel darah putih tertentu, dimana sel darah putih berfungsi sebagai system kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi atau serangan penyakit terhadap tubuh. Apabila virus HIV bersarang dalam sel darah putih dan merusak sel darah putih maka tubuh akan menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.
 Penularan:
Virus HIV dapat berpindah dari seseorang ke orang lain atau dengan kata lain penyakit AIDS dapat menular. Penularan AIDS tidak menyebar melalui udara, atau karena berjabat tangan dengan penderita AIDS juga tidak menular melalui peralatan makan penderita AIDS. Tetapi virus HIV dapat menular masuk ke tubuh orang lain melalui transfusi darah (donor darah seseorang yang terinfeksi HIV) atau melalui alat-alat yang menyebabkan luka, seperti jarum suntik, jarum infus, dapat juga melalui kontak seksual.
 Pencegahan:
Sampai sekarang belum ditemukan cara pengobatan yang efektif pada penderita AIDS, oleh karena itu akan lebih baik bila kita berusaha menghindari penyakit ini dengan cara mencegah penularan virus HIV, antara lain:
a. Menggunakan jarum suntik yang steril dan jarum yang sekali pakai lalu dibuang.
b. Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga darah dapat dipastikan tidak terinfeksi virus HIV.
c. Hanya melakukan kontak seksual dengan pasangannya yang sah.

2. Gonorhea
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata(konjungtiva). Bakteri ini dapat ditularkan melalui kontak seksual.Genorea sering dikenal dengan istilah kencing nanah, karena memang penis akan mengeluarkan nanah bewarna putih kuning atau putih kehijauan.Genorea bisa menyebar melalui aliran darah kebagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.
 Gejala:
a. Penderita gonorea akan merasakan sakit pada saat urinasi.
b. Kadang-kadang urine mengeluarkan nanah.
c. Kadang-kadang pada waktu kencing atau sesudah kencing akan terasa nyeri beberapa saat.
 Akibat:
Jika penderita gonorea tidak diobati dapat merusak saluran reproduksi yaitu saluran sperma pada pria dan saluran tuba falopii pada wanita sehingga dapat mengakibatkan kemandulan.
 Pengobatan:
a. Begitu ada gejala itu segera tanpa menunggu lama pergilah ke dokter spesialis kelamin untuk diberikan obat.
b. Jangan sekali-kali membeli obat sendiri, karena obat itu harus sesuai resep dokter.
c. Kalau tidak ada dokter spesialis, dokter umum juga bisa, namun lebih dianjurkan langsug ke dokter spesialis kelamin.
 Pencegahan:
a. Selalu menjaga kebersihan.
b. Tidak bergonta-ganti pasangan.

3. Sifinis/Raja Singga
Sifinis adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya, karena mengganggu otak dan fungsi organ lainnya, disebabkan oleh Treponema Pallidum. Bakteri ini masuk kedalam tubuhh melalui selaput lendir atau melalui kulit.Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar keseluruh tubuhmelalui darah. Sifinis juga dapat menginfeksi janin dalam kandungan dan janin bisa berakibat cacat bawaaan. Selama 2-3 tahun pertama,penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun, namun setelah 5-10 tahun penyakit ini menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah, dan jantung.
 Gejala:
a. Terjadi luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir.
b. Pembengkakan getah beningpada bagian paha.
c. Bercak-bercak diselurauh tubuh.
d. Tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.
e. Kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati.
f. Muncul benjolan disekitar kelamin.
g. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan.
 Akibat:
a. kebutaan, dan
b. gila
 Pencegahan:
Antibiotik dapat menghentkan aktifitas bakteri penyebab sifinis, namun penggunaannya harus sesuai resep dokter. Jadi, jika anda merasakan gejala diatas maka segera periksakan diri, selanjutnya ikuti saja petunjuk dokter.

4. Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penyakit yang menyerang pria dan ditandai dengan penurunan fungsi testis.
 Penyebab:
Adanya gangguan pada interaksi hormon yang menyebabkan infertilisasi, impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan.
 Akibat:
a. Perubahan mental dan psikis anak yang disebabkan kelelahan.
b. Kesulitan berkonsentrasi.
c. Rasa panas di wajah.
d. Mengalami disfungsi ereksi, infertilitas, dan bahkan osteoporosis.
 Pengobatan:
Dengan terapi hormon.
5. Herpes
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis(herpes kelaim). Penyebab herpes ini adalah virus Herpes Simpleks (HSV) dan ditularkan melalui hubungan seks, baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada kelamin dan mengenai langsung bagian luka/bintil/kutil.

 Gejala:
a. Gatal, kesemutan dan sakitMuncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang nyeri.
b. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar, dan akan membentuk keropeng.
c. Demam dan menimbulkan sensasi perih bila tersentuhLepuh berair atau terbuka.
 Pencegahan:
a. Menjaga kebersihan alat intim.
b. Menjaga kelembapan.

6. Kista ovarium
Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.
 Gejala:
a. Stadium awal:
berupa gangguan haid/menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama, bahkan dapat terjadi pendarahan.
b. Stadium lanjut:
gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.
 Penyebab:
a. Normalnya wanita memiliki keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, namun dewasa ini banyak kasus dimana jumlah estrogen yang melebihi dari keseimbangan yang ada (disebut dominasi estrogen), dan ini bisa memudahkan tumbuhnya kista, mioma, dan kasus reproduksi lainnya.
b. Polusi Udara, Pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya.
c. Keturunan, Kalau dalam satu keluarga ada kerabat dekat, seperti adik ibu, yang mengidap kista, mioma, endometriosis, maka anda mungkin mewarisi sifat yang sama.
d. Pola Makan, Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista. Itu terjadi karena adanya zat-zat lemak dalam makanan tersebut dapat dijadikan sumber estrogen jahat.
e. Kegemukan

7. Candidiasis / keputihan
Yaitu munculnya gumpalan seperti endapan susu berwarna putih. Disebabkan karena infeksi jamur Candida albicans.
 Gejala:
Akan muncul kemerahan dan rasa gatal (jamur-an pada genital wanita dan rasa gatal pada genital pria) yang dapat berlangsung selama periode pemakaian antibiotik. Ruam dapat diobati atau dikontrol oleh obat antifungal yang cocok, tetapi infeksi kemungkinan baru dapat terhapus bila keseimbangan jumlah bakteri/fungal asli telah dikembalikan seperti semula (dengan berhenti menggunakan antibiotik).
 Penyebab:
a. Ketidakseimbangan hormonal yang disebabkan oleh kegemukan, paska menstruasi, kehamilan.
b. Pemakaian alat kontrasepsi hormonal.
c. Penggunan obat-obatan steroid.
d. Kondisi organ intim yang terlalu lembab.
e. Gula darah yang tidak terkontrol.
 Pencegahan:
a. Menjaga kebersihan dan kelembapan organ intim wanita.
b. Penggunaan sabun khusus pembersih vagina.
c. Menjaga agar di bagian intim tidak terlalu lembab.
 Pengobatan :
a. Diberikan obat anti jamur misalnya triazol/imidazol.
b. Dalam dunia klinis, kandidiasis umumnya diobati dengan jenis antimycotics (obat anti jamur) misalnya: clotrimazole topikal, nistatin topikal, flukonazol, dan ketokonazol topikal.

8. Kanker Serviks
Penyakit ini menyerang wanita. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks (leher rahim) yang hampir semuanya disebabkan oleh virus HPV (Human papilloma virus).

 Gejala:
a. Pendarahan pada vagina yang baru muncul saat memasuki stadium lebih jauh.
b. Pendarahan tak normal Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tak normal pada bagian vagina. Dalam sebulan, pendarahan bisa jadi parah atau hanya sedikit.
c. Keputihan parah Gejala kanker serviks lainnya adalah terjadinya keputihan yang cukup parah. Hal ini tentu saja berbeda bagi tiap wanita. Beberapa bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal, atau sangat berlendir. Jika Anda mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.
d. Nyeri panggul Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal. Namun Anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi di saat-saat lainnya. Wanita yang memiliki kanker serviks biasa mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan, atau sangat parah.
e. Nyeri saat buang air kecil Merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil bisa dirasakan penderita kanker serviks stadium lanjut. Hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih.
f. Pendarahan saat tidak menstruasi, setelah seks, atau saat pemeriksaan panggul Terjadinya pendarahan saat berhubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah satu gejala kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim selama beraktivitas. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebabkan pendarahan setelah aktivitas atau seks pada wanita.
 Pengobatan:
a. Pengangkatan uterus, ovinduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limfa panggul.
b. Kemoterapi.
c. Bedah laser.
 Pencegahan:
a. Jaga kebersihan diri dan linkungan.
b. Membiasakaanpola hidup sehat.
c. Hindari rokok dan mengkonsumsi alkohol.
d. Jangan melaakukan hubungan intim diusia terlalu muda.
e. Gunakan vaksin serviks.
9. Kanker Rahim
Yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.Terutama jika Anda:
a. Sudah menopause, tapi tetap mengalami pendarahan.
b. Belum menopause, tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.
 Gejala:
a. Pendarahan vagina yang terjadi diluar siklus menstruasi atau bahkan setelah menopause.
b. Rasa sakit yang timbul juga perlu diperhatikan, seperti sakit pada panggul.
c. Benjolan di perut bawah.
d. Kehilangan berat badan.
 Faktor-faktor:
a. Pajaan terhadap estrogen.
b. Belum pernah hamil.
c. Terapi penggantian hormon.
d. Obesitas.Pengaruh usia(lanjut usia).
e. Sindrom ovarium polisistik.Penggunaan tamoksifen.
 Pencegahan:
a. Menjaga berat badan yang sehat.
b. Memperbanyak konsumsi kedelai.
c. Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombin.
 Pengobatan:
a. Operasi pengangkatan rahim, atau istilah medisnya histerektomi.
b. Radioterapi.
c. Kemoterapi.
d. Terapi hormon.

10. Kanker Prostat
Kanker prostat adalah kanker yang berkembang di bagian kelenjar prostat pada pria. Sel kanker prostat dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya terutama pada tulang dan lymph node.
 Gejala:
a. Kesulitan buang air kecil.
b. Rasa sakit di bagian prostat.
c. Impotensi.

11. Kanker Ovarium
Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit di mana ovarium yang dimiliki wanita memiliki perkembangan sel-sel abnormal. Secara umum, kanker ovarium merupakan suatu bentuk kanker yang menyerang ovarium. Kanker ini bisa berkembang sangat cepat, bahkan, dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun saja. Kanker ovarium merupakan suatu proses lebih lanjut dari suatu tumor malignan di ovarium. Tumor malignan sendiri merupakan suatu bentuk perkembangan sel-sel yang tidak terkontrol sehingga berpotensi menjadi kanker.

 Gejala:
a. Sering merasakan nyeri di perut.
b. Ukuran perut semakin besar.
c. Susah makan atau tidak nafsu makan.
d. Sering mersa kekenyangan.
e. Sering muntah dan buang air besar.
f. Kembung terus-menerus.
g. Terjadi pendarahan pada vagina.
h. Berat badan turun secara signifikan.
i. Sering merasa lelah dan sakit kepala.

12. Epididimitis
Penyakit ini menyerang pria. Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit menular seksual (PMS).
 Gejala :
a. Rasa nyeri.
b. Pembengkakan pada salah satu testis.

13. Condyloma

Yaitu tumbuhnya bejolan keras berbungkul seperti bunga kol atau jengger ayam atau dikenal sebagai kutil kelamin. Kutil kelamin atau condyloma merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), atau virus yang menyebabkan keganasan pada jaringan. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung secara seksual dengan penderita HPV lainnya. Penyakit ini ditemukan di seputar alat kelamin bagian luar, di dalam liang vagina, di sekitar anus, hingga mulut rahim. Jika sampai menginfeksi leher rahim, dapat menyebabkan kanker mulut rahim atau kanker serviks.
 Gejala:
a. Muncul semacam kutil di orgam intim.
b. Terasa panas dan gatal pada organ intim.
 Pengobatan:
a. Dengan minyak/obat oles.
b. Dengan disuntik.Dengan dioperasi.
c. Dengan obat topikal.
 Pencegahan:
a. Menjaga hygiene organ genital.
b. Menghindari gonta-ganti pasangan.

14. Bartolinitis
Yaitu infeksi pada kelenjar bartolin. Bartolinitis dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah. Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia, Gonorrhea, dsb. Bartolinitis dapat menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina. Akibat penyumbatan ini, lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan).
 Gejala:
a. Perubahan warna kulit, membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar,nyeri tekan.
b. Demam, keputihan, dan gatal.
c. Rasa sakit saat buang air kecil.
d. Benjolan disekitar alat intim.
 Pengobatan:
a. Pemberian antibiotik untuk mengurangi radang dan pembengkakan.
b. Mengangkat kelenjar yang membengkak.
15. Vulvovaginatis
Merupakan suatu peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih/putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme misalnya Gardnerella vagimalis, Trichomonas vaginalis, Candida albicans, virus herpes, Candyloma accuminata.
16. Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru.
 Gejala:
a. Nyeri perut.
b. Pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi.
c. Menstruasai yang tidak teratur.
 Penyebab:
a. Akibat hubungan kelamin, terutama bila suami trekena infeksi, jamur atau bakteri menjelang haid.
b. Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba fallopi lalu masuk ke dalam panggul atau perutdan tumbuh didalam rongga perut.
 Akibat:
a. Dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan.
 Pengobatan:
a. Pemberian obat-obatan.
b. laparoskopi atau bedah laser.

17. Infeksi Vagina
Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif.
 Gejala:
a. Keputihan.
b. Timbul gatal-gatal.Penyebab:
 Pengobatan:
Mengonsumsi jamu kunyit asem, +15 gram bunga mawar merah +15 gram daun dewa +10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
18. Dismenorea
Dismenorea merupakan rasa sakit akibat menstruasi yang sangat menyiksa karena nyerinya luar biasa menyakitkan. Jika terjadi pada wanita bekerja, tentu saja hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitasnya.
 Gejala:
a. Kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki.
b. Biasanya disertai gajala gastrointestinal gejala neurologis, seperti emosi yang tidak stabil.
c. Gatal, Jika Anda sering merasa gatal di vagina, maka itu adalah tanda yang jelas dari infeksi jamur.
d. Terbakar, Rasa terbakar setelah buang air kecil dapat menjadi tanda dari infeksi jamur vagina.
e. Nyeri, Jika rasa sakit ini ditandai dengan kemerahan, itu bisa jadi infeksi jamur vagina.
f. Keputihan, Tanda terbaru diikuti oleh gatal dan rasa terbakar di vagina adalah cairan putih kental seperti keju tebal.
 Penyebab:
a. Adanya hiperaktivitas dari uterus, endotelin, prostaglandin, vassopressin, dan kerusakan saraf perifer.
b. Memeliki penyakit radang panggul, pemasangan IUD, tumor pada tuba fallopi, usus, atau vesika urinaria, polip uteri, dan inflammatory bowel desease.
c. Bekas luka karena pernah melakukan operasi pada organ reproduksi sebelumnya.
d. Vagina sebenarnya mengandung bakteri sehat yang berfungsi untuk menjaga keasaman daerah intim. Namun, jika jumlahnya berlebihan, maka bakteri dapat menyebabkan infeksi jamur pada vagina.
e. Mencuci alat kelamin menggunakan sabun dengan aroma kuat dan kandungan kimia berbahaya adalah penyebab terakhir dari munculnya infeksi jamur vagina. Sebab aroma yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada bakteri.
 Pengobatan:
a. Meminum obat pereda rasa sakit.
b. Beristirahar, menarik napas panjang, menenangkan diri, berolahraga ringan, mengomsumsi sayur, dan buah-buahab.
c. Mengompres bagian yang terasa sakit dengan air panas.
 Pencegahan:
a. menjaga kebersihan organ intim.
b. Menghindari makanan yang mengandung gula.
19. Prostatitis
Prostate adalah organ kecil yang berlokasi pada dasar dari kantong kemih yang dibungkus sekeliling uretra, tabung yang mengosongkan kantong kemih melalui penis. Ia duduk dimuka dari rectum, dan bagian belakang dari organ dapat dirasakan melalui pemeriksaan rectal oleh dokter.
 Gejala:
a. Frekwensi dari kencing.
b. Rasa terbakarwaktu kencing (dysuria) Aliran kencig yang sedikit.
c. Ketidak mampuan untuk memulai aliran kencing.
20. Myom
Myom adalah suatu tumor jinak pada rahim yang berasal dari otot rahim. Biasa disebut mioma atau myom atau tumor otot rahim. Tumor ini letaknya pada alat reproduksi wanita. Mioma sangat umum terjadi pada wanita usia reproduktif. Sekitar 25% wanita usia 20 – 40 mempunyai mioma, makin tua umur makin besar kemungkinan mendapatkan mioma.
 Gejala:
a. Pendarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
b. Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
c. Penekanan pada organ disekitar kandung kemih, ureter, rektum.
d. Gangguan buang air besar dan buang air kecil.
e. Pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul.
f. Gamgguan pada ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
g. Bagian perut terasa kenyal.
 Penyebab:
pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).
 Akibat:
a. Sulit untuk hamil, karena terjadi penekanan pada saluran indung telur sehingga menghalangi pertemuan sperma dan telur.
b. Sulit memiliki anak(infertilitas)
c. Kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, pendarahan yang banyak, bahkan bisa menyebabkan keguguran.
21. Kanker Testis
Kanker testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).
 Gejala:
a. Muncul benjolan di dalam skroyum.
b. Membesarnya salah satu testis.
22. Kutil Kelamin
Kutil Kelamin, juga dikenal sebagai Genital warts atau Condiloma acuminata, adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang paling umum. Seperti namanya, genital warts mempengaruhi jaringan lembab di daerah genital. Kutil Kelamin terlihat kecil atau kelihatan seperti kembang kol. Meski sangat kecil, Genital wartsdapat berkembang biak dalam kelompok besar.Pada wanita, genital warts dapat tumbuh di vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus, dan leher rahim. Pada pria, kutil kelamin dapat terjadi di ujung atau batang penis, skrotum atau anus.
 Gejala:
a. Area kecil berwarna abu-abu yang bengkak di sekitar genital
b. Area kecil berwarna abu-abu yang bengkak di sekitar genital
c. Beberapa kutil berdekatan yang menyerupai kembang kol
d. Gatal atau rasa tidak nyaman di daerah genital
e. Perdarahan saat bersetubuh
 Pengobatan:
Meskipun kutil kelamin dapat diobati dengan obat-obatan dan operasi, penyakit ini adalah masalah kesehatan yang serius. Virus yang menyebabkan genital warts – human papillomavirus (HPV) – berkaitan dengan kanker serviks. Virus ini juga berkaitan dengan kanker kelamin.

23. Klamidia
Klamidia termasuk salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) pada manusia. Penyakit ini merupakan salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia. Istilah infeksi klamidia juga mengacu pada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteri Chlamydiaceae. Bakteri ini dapat merusak alat reproduksi manusia dan penyakit mata.
Klamidia dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral. Selama persalinan, seorang ibu yang mengalami infeksi klamidia juga berpotensi untuk menularkan infeksi tersebut kepada bayinya.
 Gejala:
a. Biasanya tidak terlihat gejala-gejala awal sehingga sebagian besar wanita yang mengidap klamidia tidak menyadari kalau dirinya telah terinfeksi.
b. Kadang-kadang gejala yang terasa adalah timbul rasa panas seperti terbakar pada panggul.

 Penyebab:
a. Sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
b. Hubungan seksual yang tidak aman.
c. Terinfeksi oleh bakteri C. Trachomatis.
 Pencegahan:
a. Hindari bergonta-ganti pasangan.
b. Menggunakan alat pengaman ketika berhubungan seksual tidak aman.
24. Uretritis
Uretritis adalah suatu keadaan dimana uretra atau saluran kencing seseorang mengalami peradangan. Pada umumnya, masyarakat lebih mengenal penyakit ini dengan nama infeksi saluran kencing pada organ intim pria atau wanita. Jadi bisa dibilang bahwa uretritis adalah terjadi peradangan pada uretra yang disebabkan oleh infeksi.Uretritis termasuk salah satu penyakit menular seksual atau PMS. Penyakit ini lebih beresiko menyerang wanita daripada pria, pria yang berumur 20 hingga 35 tahun, seseorang yang selalu bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan intim dan pada seseorang yang memang memiliki penyakit menular seksual.
 Penyebab:
a. Chlamydia trachomatis.
b. Trichomonas vaginalis.
c. Mycoplasma hominis.
d. Mycplasma genetalikum.
e. Ureaplasma urealyticum.
f. Iritasi paada uretra karena pemakaian sabun.
g. Masturbasi atau penggunaan kateter kandung kemih.
 Gejala:
a. Demam.
b. Sering buang air kecil.
c. Terasa nyeri, menyengat atau terbakar saat buang air kecil.
d. Keluar cairan seperti nanah dari organ intim.
e. Terdapat darah pada air seni.
f. Organ intim terasa gatal.
g. Terbakar atau kesemutan.
h. Terjadi iritasi pada organ intim.
i. Organ intim atau daerah selangkangan mengalami pembengkakan atau rasa nyeri.
j. Penderita akan merasa sakit saat melakukan ejakulasi.
k. Merasa nyeri pada perut.
l. Terasa nyeri pada bagian pelvis.
m. Cairan vagina yang tidak normal.
n. Kulit ynag dingin pada kaki dan tangan.
o. Panas dingin atau menggigil.
 Pencegahan:
a. Tidak bergonta-ganti pasangan.
b. Menjaga kebersihan organ intim.

25. Infertilitas (kemandulan)
Yaitu ketidakmampuan menghasilkan ketururan. Infertilitas dapat disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita. Pada pria infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum.
 Penyebab:
a. Gangguan spermatogenesis, misalnya karena testis terkena sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, atau gangguan hormon.
b. Tersumbatnya saluran sperma.
c. Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit.
 Pencegahan:
a. Membiasakan pola hidup sehat.
b. Menjaga kebersihan diri.

MATERI BAHASA NGGGRIS STAN

RUMUS BENTUK KATA DLM B.INGGRIS : (ntar apalin ciri2 dari dr ini )

1. ADJECTIVE (K.SIFAT) + NOUN (K.BENDA)
= beautiful picture
2. VERB (K.KERJA) + ADVERB (K.KETERANGAN)
= work easily (bekerja dgn mudah) biasanya di akhir kalimat
3. ADVERB (K.KETERANGAN) + VERB (K.KERJA)
= easily work (dgn mudah bekerja) biasanya di tengah kalimat
4. VERB (K.KERJA) + NOUN (K.BENDA)
= Take a book
petunjuk Adjective (kta sifat) : petunjuk adverb (kta keterangan) :
– ful = careful ly = easily, correctly, etc
– l = physical
– ous = dangerous
– nt = different
– less = useless
– able = valuable
– ive = aggressive
– very, so = diikuti oleh adjective

KESIMPULAN : klian cm perlu ngapalin huruf2 d blkang ny aj, klo kalian nemu kata2 yg belakangnya -ful atau -ive itu berati kata tersebut termasuk k dalam kata sifat/adjective (bgtu jg dgn yg laen), mw kalian gk tau artiny gk terlalu jd masalah. Kemudian sesudah kata adj pasti ad kata benda/noun karna adjective selalu diikuti oleh noun (rumus 1). ngerti kan maksudnya??..

petunjuk Noun (kta benda) : petunjuk Verb (kta Kerja) :
– th = death -en = lessen, frigthen
– ment = infotainment en- = enjoy, enlarge
– ion = action -fy = beautify
– ness = happiness -ize = memorize
– dom = freedom
– ty = activity
– hood = childhood
– ance = –
– er = driver
– ist = pianist
– some/preposition = selalu diikuti oleh noun

contoh dlm soal (dikutip dr soal USM STAN ) :
* There is some……………. about his true identity.
a. doubtful => adj
b. doubtless=> adj
c. doubt
d. doubtly =>adverb
solusi : kata kunci ny adalah some, some slalu diikuti oleh Noun. Lalu skrg kita identifikasi dari pilihan tersebut manakah yg termasuk Noun (dgn meng petunjuk d atas). (a), belakangnya -ful berarti adj, (b) belakangnya less berarti adj, (d) belakangnya -ly berarti adverb. maka jwaban yg benar adalah C.
tanpa harus tahu vocab pun qta dpt dgn bnar mengisiny ^^

* you can easily …………….. another paragraph. (kata kunci adl easily). ingat ADVERB+VERB (rumus 3)
a. add ——> verb
b. additional ——> adj
c. additionally ——> adverb
d. additive ——-> adj
UNTUK SOAL CONJUNCTION YG BERHUBUNGAN
Neither —————> nor ———> subjek kedua yg dipakai
Either —————> or ———> subjek kedua yg dipakai
Both —————> and ———> subjek ke- 1 yg dipakai
Not only ————–> but also ———> subjek k-1 yg dipakai
*. ingat, dlm 1 kalimat gak mungkin ada conjunction yg disebut di atas yg berdiri sendiri

contoh dlm soal (dikutip dr soal USM STAN ) :
* Neither The Teachers nor Budi …….. ashamed being banned naked a few time ago.
(a) is (c) was
(b) are (d) were
solusi : ingat, neither n either memiliki kekarakteristik tersendiri, Subjek yg digunakan adalah subjek ke-2. jd kita liat subjek k-2 pd klimat, yaitu Budi. karna budi adalah 1 orang, maka kita menggunakan to/be untuk singular yaitu was (kata klimt d atas tentang masa lampau)

Conjunction :
– because ——> because + Subjek + Predikat
ex: I don’t go to school because I am sick
– because of —-> because of + noun
ex : I don’t go to school because of illness

-although ——-> although + S + P (meskipun)
ex: although I was sick, I ………
– Inspite Of ————-> + Noun
– Despite —————> + Noun
ex: Inspite of/despite ilness, I ……
bedanya despite dan inspite of cuma inspite itu pake of, klo despite gak pke of. mudah tapi sering terlupakan. jgn ampe lupa ya, ini simpel tp beberapa X kluar di soal USM STAN.
USING A FEW & A LITTLE
a few = count (dapat dihitung)
a little = uncount (tdk dapat di hitung)

USING ORDINARY NUMBER
– page five
– the fifth pages
(slaen 2 bentuk itu gk ad lagi, ingetin suka kluar d soal USM STAN)

TAG QUESTION
Roni is handsome, isn’t he?..
utk Tag Question, kalian hapalin aja bentuk tag question ny..
-klo verb = don’t you? (bs pke does,did, tergantung situasi, ngerti kan maksudnya!)
-klo perfect = haven’t you? (tobe bs berubah tergantung kondisi)
I am ——-> aren’t I
——-> am I not
******************************
AGREEMENT :
hafalin aj bentuk agreementnya :
– so do I
– so am 1
– neither do 1 (neither+tobe/modals+subjek)
– I don’t either (subjek+tobe/modals negatif+either)
( tobe/modals dpt beubah sesuai kondisi pd kalimat, yg penting kalian hapal bentuk ny)
SOAL CARI KATA YANG SALAH
(pling susah d soal B.inggris STAN)

CARA/TAHAPAN MENGIDENTIFIKASI NYA :
1. cari subjek, klo subjek ny gk ad, iaud d situ terdapat kesalahannya. klo subjeknya betul. qta lanjutkan degn tahapan selanjutnya.
2. cari predikat
3. bandingkan tobe dengan Subjek & keterangan waktu pd klimat, apakah sudah sesuai
4. Lihat, apakah kata2 kerja d kalimat tersebut paralel.
klo di kalimat, terdapat 3 kata kerja, ke-3 kata kerja tersebut harus paralel.
ex: canceling, calling, and making, = itu paralel n benar
ex : to cancel, calling, and making = tidak paralel n salah
********************************************
sedikit tambahan deh tentang gerund, karna td ad yg sms saya minta penjelasan tentang gerund,
USING GERUND :
simpelnya, klo ada 2verb dalam 1 kalimat, maka verb yg kedua harus dibuat menjadi gerund/ing. tujuan dari gerund adalah utk me-NOUN-kan verb.
contoh : I will stop smoking tomorrow
karna ada 2 verb dlm kalimat, yaitu stop dan smoke, maka verb kedua harus qta buat menjadi gerund/ing. tujuanny adalah utk me-NOUN-kan verb tersebut. lihat rumus kata b.inggris di atas, VERB diikuti oleh NOUN (Verb+Noun). karna d contoh kalimat di atas Noun nya gak ada n yg ada malah 2 kata kerja yg berdampingan, maka kta kerja kedua harus qta ubah menjadi NOUN byar sesuai dgn rumus b.inggris Verb+Noun………
JADI, simpelnya klo qm ngeliat ada 2 verb yang berdampingan dalam 1 kalimat, maka verb kedua qta gerund-in aja. Namun, gk semua kondisi jg sih, karna ada juga verb yang hatus diikuti oleh ‘to’, (ontohnya want to eat). jadi untuk mengetahui verb2 ap aj yg diikuti oleh gerund n oleh ‘to’, kalian harus buka buku GRAMMAR/semacamnya n hapalin verb2 tersebut. tp kalian pd punya byangan kan verb ap aj yg pke gerund/to ????
***********************************
IDIOM yang harus diikuti oleh gerund (verb+ing) :
look forward to + verb+ing / gerund
object to
be accuctomed to
be opposed to
be used to
******************************
buat soal B.inggris yg ada teks cerita/paragrafnya, ingat, baca dulu soalny !. jgn memulai dengan membaca cerita/paragrafny. itu bs membuang2 waktu anda.

*********************************
PENGGUNAAN THE

The digunakan sebagai determiner untuk benda yang sudah disebutkan sebelumnya, atau yang sudah sama-sama dipahami oleh pembicara dan lawan bicara, atau memang sudah menjadi pengetahuan umum.
* The boy in the corner is my friend. (Pembicara dan pendengar mengetahui anak lelaki yang mana yang dimaksud)
* The earth is round. (Sudah menjadi pengetahuan umum bumi mana yang dimaksud, karena memang yang namanya bumi itu ya hanya satu)

The digunakan sebagai determiner Uncountable noun jika pembicaraannya mengacu pada hal yang spesifik, tapi jika uncountable noun yang digunakan bersifat general maka the tidak digunakan.
* Sugar is sweet. ( general – semua gula)
* The sugar on the table is from Cuba. (spesifik- gula yang dimaksud adalah gula yang diatas meja)
The tidak digunakan sebagai determiner countable noun yang bersifat general.
* Oranges are green until they ripen. (semua jeruk)
* Athletes should follow a well-balanced diet. (semua atlit)

The tidak digunakan sebagai determiner proper noun kecuali ada beberapa orang atau benda yang memiliki nama sama dan pembicara mengacu spesifik pada salah satunya.
* There are three Susan Parkers in the telephone directory.
* The Susan Parker that I know lives on First Avenue. (mengacu pada Susan Parker yang tinggal di First Avenue)

The bisanya tidak digunakan sebagai determiner untuk kata-kata seperti breakfast, dinner, school, church, home,dan college kecuali untuk membatasi makna (spesifik).
* We ate breakfast this morning.
* We went to school yesterday.
* I am looking for the college we passed by yesterday. (spesifik pada kampus yang kita lewati kemarin)
Secara umum berikut ini aturan penggunaan the. Penting, pelajari!!!

USE THE WITH:
* Oceans, rivers, seas, gulfs, plural lakes
The Red Sea, The Atlantic Ocean
* Mountains
The Rocky Mountains, The Andes
* Earth, moon
The earth, the moon
* Schools, colleges, universities when the phrase begins with school, etc
The University of Florida, the College of arts and Sciences
* ordinal numbers before nouns
the First World War, the third chapter
* wars (except world wars)
the Crimean War, the Korean War
* countries with more than one word (except Great Britain)
the United States
* historical documents
the Constitution, the Magna Carta
* Ethnic groups
the Indians, the Javanese

DON’T USE THE WITH:
* singular lakes
Lake Geneva, Lake Erie
* Mounts
Mount Merapi, Mount Merbabu
* Planets, constellations
Venus, Mars
* Schools, colleges, universities when the phrase begins with proper noun
Santa Fe Community College, Stetson University
* cardinal numbers after nouns
World War One, chapter three
* countries with one word
China, Venezuela, France

* continents
Europe, Africa, South America
* states
Florida, Ohio, California
* sports
baseball, basketball
* abstract nouns
freedom, happiness
* general areas of subject matter
mathematics, sociology
* holidays
Idul Fitri, Christmas
PERBEDAAN PENGGUNAAN A DAN AN
A dan an keduanya sama-sama selalu terletak sebelum sebuah singular countable noun. Keduanya dapaat digunakan dalam general statement (pernyataan umum) atau digunakan untuk mengawali sebuah kata benda yang belum disebutkan sebelumnya.
Contoh :
A baseball is round. (general- means all baseball)
I saw a boy in the street. (We don’t know which boy.)

Perbedaannya an digunakan sebelum kata yang berawal dengan bunyi vokal. A digunakan sebelum kata yang berwal dengan bunyi konsonan.
Contoh :
A book
an apple

Beberapa kata kadang membingungkan karena tulisannya berbeda dengan pengucapannya.
Contoh :
A house ( mulai dengan suara konsonan)
An hour ( mulai dengan suara vokal)
A university ( mulai dengan suara konsonan)
An umbrella (mulai dengan suara vokal)

Beberapa kata berikut mulai dengan suara konsonan, sehingga harus selalu diikuti dengan a.
House : rumah
Uniform : seragam
Home : rumah
University : universitas
Heavy : berat
Universal : mendunia
Half : setengah
Union : kesatuan

Beberapa kata berikut mulai dengan suara vocal, sehingga harus selalu diikuti dengan an.
Uncle : paman
Umbrella : paying
Hour : jam
Heir : warisan
TIPS SOAL BACAAN / CERITA :
Soal bacaan adalah tipe soal yang sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengerjaannya dan kemungkinan malah menghabiskan waktu,, so agar gak menghabiskan waktu:
• Baca soalnya dulu, kenapa? Karena apabila baca bacaannya dulu, makla ketika selesai baca soal, maka akan cenderung membaca bacaannya lagi dan itu merupakan pemborosan waktu (jadi kita membaca bacaan hanya untuk mencari jawaban, bukan memahami secara keseluruhan)
• Apabila jawaban yang diminta adalah ide pokok paragraph maka mau tak mau paragraph tersebut harus dibaca. Hampir semua paragraph mempunyai ide pokok yang letaknya di awal kalimat atau di akhir kalimat.
• Apabila pertanyaan tipenya 5W + 1H, maka yang diperlukan adalah mengetahui KEYWORD dari soal, kemudian mencarinya secara cepat di bacaan.
• Jadi intinya, baca soalnya dulu, baru cari jawaban di bacaan. (sebuah pola pikir yang terbalik dari orang kebanyakan)

11 januari

Sebelas Januari Bertemu
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah Milikku
Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

[Chorus:]
Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

for MR.Y

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

A. ABSTRACT

Industry job practice is an implementation study and vocational training which combine between school learning and learning to work directly in the real condition and relevant of job world or industry. In industry job practice, some of action undertaken nurse trainee among other:
1. Prevention infection
 Hand wash
 Self protection
2. Basic human need
 Apply oxygen
 Change liquid infuse
 Personal hygiene
 Move patient
 Care injure
 Give medecine
 Vital sign
After do industry job practice in the hospital or in the public health center, the students must make industry job practice report. The goal of writing a industry job practice are;
1. To develop you skill at report writing
2. To motivate students to be able to develop things, opinion, and can express in write a systematic, logical to use good and true language
3. To improve students’s creativity in writing is objective and scientific
4. As one evidence that students had done industry job practical with good
5. As accountability students had done duty industry job practical

B. CONTECT TABLE

1. Abstrac……………………………………………………………………1
2. Contect table……………………………………………………………2
3. Introduction ……………………………………………………………3
4. Discussion………………………………………………………………..3
5. Conclusion……………………………………………………………….9
6. Recomendation…………………………………………………………10
7. Reference…………………………………………………………………10
8. Appendix………………………………………………………………….11

C. INTRODUCTION

1. Important of the industry job practical
 To introduce the students at work world
 To improve and to increasse attidute prefectional for enter work world
 To increasse power creation and productivitey students
 The extend perception the students about categori work
2. Purpose of the industry job practical
 To improve students to be able to in the field of knowledge
 To prepare employer to use ready
3. Limitation
 Strength:
 Be equipped whit an appendix
 According making report
 Weakness:
 Grammar is bad
 Not neatly

D. DISCUSION

1. Literature
a. Definition of industry jop practical
Industry job practical is an education model that give opportunity of students to real practice in bussiness or industry world of specified intervals.
(Detrus, 2004:5)
b. Definition of public health center
Public health center is the approadch to medicine that is concerned with the health of the community as whole.
(www.medicinenet.com)
c. Definition of nurse
Nursing encompasses autonomous and collaborative care of individuals of all ages, families, groups and communities, sick or well and in all settings. Nursing includes the promotion of health, prevention of illness, and the care of ill, disabled and dying people. Advocacy, promotion of a safe environment, research, participation in shaping health policy and in patient and health systems management, and education are also key nursing roles.
(http://www.icn.ch/about-icn/icn-definition-of-nursing/)
d. Definition of nurse trainee
Nurse trainee is a someone who has completed the course of study (including hospital practice) at a nurses training school.
(http://www.thefreedictionary.com/trained+nurse)
e. Definition of industry job practical in the public health center
Industry job practical in public health center is a type education programe to adjust in school with administrator program, with nurse role in public health center to helping nursing knowledge obtain to real worksupply.

2. Disscusion
a. Vital sign
Important body functions (such as breathing and heartbeat) that are measured to see if someone is alive or healthy.
There are four primary vital signs:
a.1 Body temperature
 Definition
Temperature recording gives an indication of core body temperature which is normally tightly controlled (thermoregulation) as it affects the rate of chemical reactions.
 Scope
– new patient
– patient fever
 Step
I. Step pra interaction
1. Check medicine record
2. Prepare instrumen:
– Thermometer
– Tissue
– Water and soap liquid
– Note
3. Hand wash

II. Step orientation
1. Give greeting and call name patient
2. To explicit the purpose, procedur measure
III. Step works
1. Understand that this method is less accurate than the others.
2. Use a multi-use digital thermometer.
3. Turn on the thermometer and place it in the armpit.
4. Remove the thermometer when it beeps.
5. Wash the thermometer before putting it away.
IV. Step temination
1. Give reinforcemen
V. Documentation

a.2 Blood pressure,
 Definition
The blood pressure is recorded as two readings; a high systolic pressure, which occurs during the maximal contraction of the heart, and the lower diastolic or resting pressure
 Sope:
-new patient
-patient hipertensi
 Step
I. Step pra interaktion
1. Check medice record
2. Prepare instrumen:
-Spignomanometer
3. Hand wash
II. Step orientation
1. Give greeting and call name patient
2. To expicit the purpose, procedure measure
III. Step wokrs
1. Position the patient’s arm so the elbow is about even with the heart and slightly bent.
2. Wrap a blood pressure cuff, or sphygmomanometer, around the patient’s upper arm.
3. Use the stethoscope on the arm to listen for a pulse
4. Close the valve and use the bulb to inflate the cuff.
5. Continue inflating until the gauge reads 30 millimeters of mercury (mmHg) higher than it did when the pulse disappeared.
6. Open the valve just enough to let the air out slowly, no faster than 5 mmHg per second.
7. Note the reading when you can hear the pulse again.
8. Continue deflating the cuff while listening to the pulse.
9. Note the reading when the pulse disappears again.
10. Write down the blood pressure.
11. Take the blood pressure in the other arm and compare the readings.
12. Record each blood pressure reading, the arm you used to take the reading, and the time at which you took it.
IV. Step termination
1. Give reinforcemen
V. Documentation
a.3 Pulse (heart rate)
 Definition
The pulse is the physical expansion of the artery. Its rate is usually measured either at the wrist or the ankle and is recorded as beats per minute.
 Scope:
-new patient
-Warmth (fever, thyrotoxicosis).
-tremor
-nail

 Step
I. Step pra interaction
1. Check medice record
2. Prepare instrument:
-Stopwatch
3. Hand wash
II. Step orientation
1. Give greeting and call name patient
2. To explicit the perpose, procedur measure
III. Step works
1. Find the patient’s pulse with your fingers.
2. Count the number of beats that occur in 15 seconds.
3. Write down the heart rate, any irregularities and the time the pulse was taken.
IV. Step termination
1. Give reinforcement
V. Step documentation

a.4 Breathing rate (respiratory rate).
 Definition
Varies with age, but the normal reference range for an adult is 16–20 breaths/minute (RCP 2012). The value of respiratory rate as an indicator of potential respiratory dysfunction has been investigated but findings suggest it is of limited value. Respiratory rate is clear indicator of acidotic states, as the main function of respiration is removal of CO2 leaving bicarbonate base in circulation.
 Scope
-new patient

 Step
I. Step pra interaction
1. Check medice record
2. Prepare intruments:
II. Step orientation
1. Give greeting and call name patient
2. To expicit the perpose, procedur measure
III. Step works
1. Measure respiration without informing the patient, because knowing that you are measuring respiration may make the patient change his or her respiration rate.
2. Count the number of inhalations that occur in 15 seconds.
3. Note whether the respiration is abnormal in any way, such as labored or raspy.
4. Write down the respiration rate, whether it seems abnormal, and the time.
IV. Step termination
1. Give reinforcement
V. Step documentation
b. Move patients
 Definition
Is to move patients who experience disability, limitations, should not melakkukan own, or are not aware of the bed to stretcher carried by two or three nurses
 Scope
-new patients
-disabiliti patients

 Step
I. Step pra interaction
1. Check medice record
2. Prepare intruments:
-Wheelchair
II. Step orientation
1. Give greeting and call name patient
2. To expicit the perpose, procedur measure

III. Step works
1. Follow the standard protocol
2. Arrange the gurney in the locked position by an angle of 90 degrees to the bed
3. Two or three people facing the bed nurse / patient
4. Cross your hands to the patient’s chest
5. Bend your knees, then put your hand under the patient’s body
6. The first nurse put his hand under the neck / shoulder and below the waist, the nurse put his hand under the patient’s waist and hip, while the third nurse put a hand under her hips and legs.
7. On the count of three, lift the patient together and move onto the gurney
8. Adjust the position of the patient, and a safety plug.
9. Complete end protocol
IV. Step temination
1. Give reinforcement
V. Step documentation

E. CONCLUTION

Industry job practice is an implementation study and vacational training which combine between school learning and learning to work directly in the real condition and relevant of job world or industry. In industry job pratice, some of action undertaken nurse trainee among other:
I. Prevention infection
 Hand wash
 Self protection
II. Basic human need
 Apply oxygen
 Change liquid infuse
 Personal higyene
 Move patient
 Care injuri
 Give madice
 Vital sign
Industry job practice is very benefide for students because can increase to skill studenta and for public health center.

F. RECOMENDATIONS

1. For the public health center
 To increasingly the quality serves
2. For the school
 Every year, the scholl should always arrange industry job practice
3. For the next trainee nurse
 More understand about subject matter laboratorium practice
 More ready yourshelf for industry job pratice

G. REFERENCE

1. http://www.wikihow.com
2. http://www.thefreedictionary.com/trained+nurse
3. http://www.icn.ch/about-icn/icn-definition-of-nursing/
4. http://www.medicinenet.com
5. Setyawati,dian.2013.Buku Panduan Laboratorium.KDM

H. APPENDIX

AIDS

HIV/AIDS

 
Disusun Oleh :
VERANI ARI MARDAWATI
SMK BUMANTARA – MUNTILAN
Bidamg keahlian:kesehatan progran:keperawatan

Tahun Ajaran 2013/2014
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr, wb
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberi kekuatan dan kesempatan kepada kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan waktu yang di harapkan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, dimana makalah ini membahas tentang “HIV/AIDS” dan kiranya makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan kita khususnya tentang bagaimana dan apa bahaya dari penyakit HIV/AIDS.
Dengan adanya makalah ini,mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan minat baca dan belajar teman-teman.selain itu kami juga berharap semua dapat mengetahui dan memahami tentang materi ini, karena akan meningkatkan mutu individu kita
Kami sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangat  minim,sehing saran dari dosen pengajar serta kritikan dari semua pihak masih kami harapkan demi perbaikan laporan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
 MUNTILAN, 28 FEBRUARI 2014
PENYUSUN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) pertama kali dikenal pada tahun 1981 di Amerika Serikat dan disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV-1). AIDS adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakan system kekebalan tubuh; bukan penyakit bawaan tetapi diddapat dari hasil penularan. penyakit ini merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang sangat penting di beberapa negara dan bahkan mempunyai implikasi yang bersifat internasional dengan angka moralitas yang peresentasenya di atas 80 pada penderita 3 tahun setelah timbulnya manifestasi klinik AIDS. Pada tahun 1985 Cherman dan Barre-Sinoussi melaporkan bahwa penderita AIDS di seluruh dunia mencapai angka lebih dari 12.000 orang dengan perincian, lebih dari 10.000 kasus di Amerika Serikat, 400 kasus di Francis dan sisanya di negara Eropa lainnya, Amerika Latin dan Afrika. Pada pertengahan tahun 1988, sebanyak lebih dari 60.000 kasus yang ditegakkan diagnosisnya sebagai AIDS di Amerika Serikat telah dilaporkan pada Communicable Disease Centre (CDC) dan lebih dari setengahnya meninggal. Kasus-kasus AIDS baru terus-menerus di monitor untuk ditetapkan secara pasti diagnosisnya. Ramalan baru-baru ini dari United States Public Health Service menyatakan, bahwa pada akhir tahun 1991, banyaknya kasus AIDS secara keseluruhan di Amerika Serikat doperkirakan akan meningkat paling sedikit menjadi 270.000 dengan 179.000 kematian. Juga telah diperkirakan, bahwa 74.000 kasus baru dapat di diagnosis dan 54.000 kematian yang berhubungan dengan AIDS dapat terjadi selama tahun 1991 saja. Sebagai perbandingan dapat dikemukakan, kematian pasukan Amerika selama masa perang di Vietnam berjumlah 47.000 korban.
Selain itu, berdasarkan data Departemen kesehatan (Depkes) pada periode Juli-September 2006 secara kumulatif tercatat pengidap HIV positif di tanah air telah mencapai 4.617 orang dan AIDS 6.987 orang. Menderita HIV/AIDS di Indonesia dianggap aib, sehingga dapat menyebabkan tekanan psikologis terutama pada penderitanya maupun pada keluarga dan lingkungan disekeliling penderita.
Secara fisiologis HIV menyerang sisitem kekebalan tubuh penderitanya. Jika ditambah dengan stress psikososial-spiritual yang berkepanjangan pada pasien terinfeksi HIV, maka akan mempercepat terjadinya AIDS, bahkan meningkatkan angka kematian. Menurut Ross (1997), jika stress mencapai tahap kelelahan (exhausted stage), maka dapat menimbulkan kegagalan fungsi system imun yang memperparah keadaan pasien serta mempercepat terjadinya AIDS. Modulasi respon imun penderita HIV/AIDS akan menurun secara signifikan, seperti aktivitas APC (makrofag); Thl (CD4); IFN ; IL-2; Imunoglobulin A, G, E dan anti-HIV. Penurunan tersebut akan berdampak terhadap penurunan jumlah CD4 hingga mencapai 180 sel/ l per tahun.
Pada umumnya, penanganan pasien HIV memerlukan tindakan yang hampir sama. Namun berdasarkan fakta klinis saat pasien control ke rumah sakit menunjukkan adanya perbedaan respon imunitas (CD4). Hal tersebut menunjukkan terdapat factor lain yang berpengaruh, dan factor yang diduga sangat berpengaruh adalah stress.
Stress yang dialami pasien HIV menurut konsep psikoneuroimunologis, stimulusnya akan melalui sel astrosit pada cortical dan amigdala pada system limbic berefek pada hipotalamus, sedangkan hipofisis akan menghasilkan CRF (Corticotropin Releasing Factor). CRF memacu pengeluaran ACTH (Adrenal corticotropic hormone) untuk memengaruhi kelenjar korteks adrenal agar menghasilkan kortisol. Kortisol ini bersifat immunosuppressive terutama pada sel zona fasikulata. Apabila stress yang dialami pasien sangat tinggi, maka kelenjar adrenal akan menghasilkan kortisol dalam jumlah besar sehingga dapat menekan system imun (Apasou dan Sitkorsky,1999), yamg meliputi aktivitas APC (makrofag); Th-1 (CD4); sel plasma; IFN ; IL-2;IgM-IgG, dan Antibodi-HIV (Ader,2001).
Perawat merupakan factor yang berperan penting dalam pengelolaan stress, khususnya dalam memfasilitasi dan mengarahkan koping pasien yang konstruktif agar pasien dapat beradaptasi dengan sakitnya. Selain itu perawat juga berperan dalam pemberian dukungan social berupa dukungan emosional, informasi, dan material (Batuman, 1990; Bear, 1996; Folkman Dan Lazarus, 1988).
Salah satu metode yang digunakan dalam penerapan teknologi ini adalah model asuhan keperawatan. Pendekatan yang digunakan adalah strategi koping dan dukungan social yang bertujuan untuk mempercepat respon adaptif pada pasien terinfeksi HIV, meliputi modulasi respon imun (Ader, 1991 ; Setyawan, 1996; Putra, 1990), respon psikologis, dan respon social (Steward, 1997). Dengan demikian, penelitian bidang imunologi memilki empat variable yakni, fisik, kimia, psikis, dan social, dapat membuka nuansa baru untuk bidang ilmu keperawatan dalam mengembangkan model pendekatan asuhan keperawatan yang berdasarkan pada paradigm psikoneuroimunologi terhadap pasien HIV (Nursalam, 2005).
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah  pengertian dari HIV/AIDS ?
2.      Bagaimana patofisiologi virus HIV ?
3.      Bagaimana manifestasi klinik dan pemeriksaan penunjang dalam penanganan penularan virus HIV/AIDS ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian HIV/AIDS serta memahami bahayanya.
2.      Mengetahui dan memahami patofisiologi virus HIV.
3.      Mengetahui dan mendeskripsikan manifestasi klinik dan pemeriksaan penunjang dalam menangani penularan virus HIV/AIDS.

 

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian HIV/AIDS
AIDS atau Sindrom Kehilangan Kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia seesudah system kekebalannya dirusak oleh virus HIV. Akibat kehilangan kekebalan tubuh, penderita AIDS mudah terkena bebrbagai jenis infeksi bakteri, jamur, parasit, dan virus tertentu yang bersifat oportunistik. Selain itu penderita AIDS sering kali menderita keganasan,khususnya sarcoma Kaposi dan imfoma yang hanya menyerang otak. Virus HIV adalah retrovirus yang termasuk dalam family lentivirus. Retrovirus mempunyai kemampuan menggunakan RNA-nya dan DNA pejamu untuk membentuk virus DNA dan dikenali selam periode inkubasi yang panjang. Seperti retrovirus yang lain, HIV menginfeksi tubuh dengan periode imkubasi yang panjang (klinik-laten), dan utamanya menyebabkan munculnya tanda dan gejala AIDS. HIV menyebabkan beberapa kerusakan system imun dan menghancurkannya. Hal tersebut terjadi dengan menggunakan DNA dari CD4+ dan limfosit untuk mereplikasi diri. Dalam prose itu, virus tersebut menghancurkan CD4+ dan limfosit.
Secara structural morfologinya, bentuk HIV terdiri atas sebuah silinder yang dikelilingi pembungkus lemak yang melingkar-melebar. Pada pusat lingkaran terdapat untaian RNA. HIV mempunyai 3 gen yang merupakan komponen funsional dan structural. Tiga gen tersebut yaitu gag, pol, dan env. Gag berarti group antigen, pol mewakili polymerase, dan env adalah kepanjangan dari envelope (Hoffmann, Rockhstroh, Kamps,2006). Gen gag mengode protein inti. Gen pol mengode enzim reverse transcriptase, protease, integrase. Gen env mengode komponen structural HIV yang dikenal dengan glikoprotein. Gen lain yang ada dan juga penting dalam replikasi virus, yaitu : rev, nef, vif, vpu, dan vpr.
 
Siklus Hidup  HIV
Sel pejamu yang terinfeksi oleh HIV memiliki waktu hidup sangat pendek; hal ini berarti HIV secara terus-menerus menggunakan sel pejamu baru untuk mereplikasi diri. Sebanyak 10 milyar virus dihasilkan setiap harinya. Serangan pertama HIV akan tertangkap oleh sel dendrite pada membrane mukosa dan kulit pada 24 jam pertama setelah paparan. Sel yang terinfeksi tersebut akan membuat jalur ke nodus limfa dan kadang-kadang ke pembuluh darah perifer selama 5 hari setelah papran, dimana replikasi virus menjadi semakin cepat.
Siklus hidup HIV dapat dibagi menjadi 5 fase, yaitu :
·         Masuk dan mengikat
·         Reverse transkripstase
·         Replikasi
·         Budding
·         Maturasi
Tipe HIV
Ada 2 tipe HIV yang menyebabkan AIDS: HIV-1 dan HIV-2.
HIV-1 bermutasi lebih cepat karena reflikasi lebih cepat. Berbagai macam subtype dari HIV-1 telah d temukan dalam daerah geografis yang spesifik dan kelompok spesifik resiko tinggi
Individu dapat terinfeksi oleh subtipe yang berbeda. Berikut adalah subtipe HIV-1 dan distribusi geografisnya:
Sub tipe A: Afrika tengah
Sub tipe B: Amerika selatan,brasil,rusia,Thailand
Sub tipe C: Brasil,india,afrika selatan
Sub tipe D: Afrika tengah
Sub tipe E:Thailand,afrika tengah
Sub tipe F: Brasil,Rumania,Zaire
Sub tipe G: Zaire,gabon,Thailand
Sub tipe H: Zaire,gabon
Sub tipe O: Kamerun,gabon
Sub tipe C sekarang ini terhitung lebih dari separuh dari semua infeksi HIV baru d seluruh dunia
B.     Etiologi
HIV ialah retrovirus yang di sebut lymphadenopathy Associated virus (LAV) atau human T-cell leukemia virus 111  (HTLV-111) yang juga di sebut human T-cell lymphotrophic virus (retrovirus) LAV di temukan oleh montagnier dkk. Pada tahun 1983 di prancis, sedangkan HTLV-111 di temukan oleh Gallo di amerika serikat pada tahun berikutnya. Virus yang sama ini ternyata banyak di temukan di afrika tengah. Sebuah penelitian pada 200 monyet hijau afrika,70% dalam darahnya mengandung virus tersebut tampa menimbulkan penyakit. Nama lain virus tersebut ialah HIV.
Hiv TERDIRI ATAS hiv-1 DAN hiv-2 terbanyak karena HIV-1 terdiri atas dua untaian RNA dalam inti protein yang di lindungi envelop lipid asal sel hospes.
Virus AIDS bersifat limpotropik khas dan mempunyai kemampuan untuk merusak sel darah putih spesifik yang di sebut limposit T-helper atau limposit pembawa factor T4 (CD4). Virus ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah limposit T-helper secara progresif dan menimbulkan imunodefisiensi serta untuk selanjut terjadi infeksi sekunder atau oportunistik oleh kuman,jamur, virus dan parasit serta neoplasma. Sekali virus AIDS menginfeksi seseorang, maka virus tersebut akan berada dalam tubuh korban untuk seumur hidup. Badan penderita akan mengadakan reaksi terhapat invasi virus AIDS dengan jalan membentuk antibodi spesifik, yaitu antibodi HIV, yang agaknya tidak dapat menetralisasi virus tersebut dengan cara-cara yang biasa sehingga penderita tetap akan merupakan individu yang infektif dan merupakan bahaya yang dapat menularkan virusnya pada orang lain di sekelilingnya. Kebanyakan orang yang terinfeksi oleh virus AIDS hanya sedikit yang menderita sakit atau sama sekali tidak sakit, akan tetapi pada beberapa orang perjalanan sakit dapat berlangsung dan berkembang menjadi AIDS yang full-blown.

Faktor risiko

Faktor risiko terinfeksi AIDS antara lain:

  • Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan
  • Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan orang dengan HIV positif
  • Memiliki penyakit menular seksual lain seperti syphilis, herpes, chlamydia, gonorrhea atau bacterial vaginosis.
  • Bergantian dalam memakai jarum suntik
  • Mendapatkan transfusi darah yang terinfeksi virus HIV
  • Memiliki sedikit salinan gen CCL3L1 yang membantu melawan infeksi HIV
  • Ibu yang memiliki HIV
C.    Patofisiologi Virus HIV/AIDS
1.      Mekanisme system imun yang normal
Sistem imun melindungi tubuh dengan cara  mengenali bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh, dan bereaksi terhadapnya. Ketika system imun melemah atau rusak oleh virus seperti virus HIV, tubuh akan lebih mudah terkena infeksi oportunistik. System imun terdiri atas organ dan jaringan limfoid, termasuk di dalamnya sumsum tulang, thymus, nodus limfa, limfa, tonsil, adenoid, appendix, darah, dan limfa.
o   Sel B
Fungsi utama sel B adalah sebagai imunitas antobodi humoral. Masing-masing sel B mampu mengenali antigen spesifik dan mempunyai kemampuan untuk mensekresi antibodi  spesifik. Antibody bekerja dengan cara membungkus antigen, membuat antigen lebih mudah untuk difagositosis (proses penelanan dan pencernaan antigen oleh leukosit dan makrofag. Atau dengan membungkus antigen dan memicu system komplemen (yang berhubungan dengan respon inflamasi).
o   Limfosit T
Limfosit T atau sel T mempunyai 2 fungsi utama yaitu :
a.       Regulasi sitem imun
b.      Membunuh sel yang menghasilkan antigen target khusus.
Masing-masing sel T mempunyai marker permukaan seperti CD4+, CD8+, dan CD3+, yang membedakannya dengan sel lain. Sel CD4+ adalah sel yang membantu mengaktivasi sel B, killer sel dan makrofag saat terdapat antigen target khusus. Sel CD8+ membunuh sel yang terinfeksi oleh virus atau bakteri seperti sel kanker.
o   Fagosit
o   Komplemen
2.      Penjelasan dan komponen utama dari siklus hidup virus HIV
Secara structural morfologinya, bentuk HIV terdiri atas sebuah silinder yang dikelilingi pembungkus lemak yang melingkar-melebar. Pada pusat lingkaran terdapat untaian RNA. HIV mempunyai 3 gen yang merupakan komponen funsional dan structural. Tiga gen tersebut yaitu gag, pol, dan env. Gag berarti group antigen, pol mewakili polymerase, dan env adalah kepanjangan dari envelope (Hoffmann, Rockhstroh, Kamps,2006). Gen gag mengode protein inti. Gen pol mengode enzim reverse transcriptase, protease, integrase. Gen env mengode komponen structural HIV yang dikenal dengan glikoprotein. Gen lain yang ada dan juga penting dalam replikasi virus, yaitu : rev, nef, vif, vpu, dan vpr.
Siklus Hidup  HIV
Sel pejamu yang terinfeksi oleh HIV memiliki waktu hidup sangat pendek; hal ini berarti HIV secara terus-menerus menggunakan sel pejamu beru untuk mereplikasi diri. Sebanyak 10 milyar virus dihasilkan setiap harinya. Serangan pertama HIV akan tertangkap oleh sel dendrite pada membrane mukosa dan kulit pada 24 jam pertama setelah paparan. Sel yang terinfeksi tersebut akan membuat jalur ke nodus limfa dan kadang-kadang ke pembuluh darah perifer selama 5 hari setelah papran, dimana replikasi virus menjadi semakin cepat.
Siklus hidup HIV dapat dibagi menjadi 5 fase, yaitu :
·         Masuk dan mengikat
·         Reverse transkripstase
·         Replikasi
·         Budding
·         Maturasi
3.      Tipe dan sub-tipe dari virus HIV.
Ada 2 tipe HIV yang menyebabk
an AIDS: HIV-1 yang HIV-2. HIV-1 bermutasi lebih cepat karena reflikasi lebih cepat. Berbagai macam subtype dari HIV-1 telah d temukan dalam daerah geografis yang spesifik dan kelompok spesifik resiko tinggi
Individu dapat terinfeksi oleh subtipe yang berbeda. Berikut adalah subtipe HIV-1 dan distribusi geografisnya:
Sub tipe A: Afrika tengah
Sub tipe B: Amerika selatan,brasil,rusia,Thailand
Sub tipe C: Brasil,india,afrika selatan
Sub tipe D: Afrika tengah
Sub tipe E:Thailand,afrika tengah
Sub tipe F: Brasil,Rumania,Zaire
Sub tipe G: Zaire,gabon,Thailand
Sub tipe H: Zaire,gabon
Sub tipe O: Kamerun,gabon
Sub tipe C sekarang ini terhitung lebih dari separuh dari semua infeksi HIV baru d seluruh dunia.
4.      Efek dari virus HIV terhadap system imun
·         Infeksi Primer atau Sindrom Retroviral Akut (Kategori Klinis A)
Infeksi primer berkaitan dengan periode waktu di mana HIV pertama kali masuk ke dalam tubuh. Pada waktu terjadi infeksi primer, darah pasien menunjukkan jumlah virus yang sangat tinggi, ini berarti banyak virus lain di dalam darah.
Sejumlah virus dalam darah atau plasma per millimeter mencapai 1 juta. Orang dewasa yang baru terinfeksi sering menunjukkan sindrom retroviral akut. Tanda dan gejala dari sindrom retrovirol akut ini meliputi : panas, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, diare, berkeringat di malam hari, kehilangan berat badan, dan timbul ruam. Tanda dan gejala tersebut biasanya muncul dan terjadi 2-4 minggu setelah infeksi, kemudian hilang atau menurun setelah beberapa hari dan sering salah terdeteksi sebagai influenza atau infeksi mononucleosis.
Selama imfeksi primer jumlah limfosit CD4+ dalam darah menurun dengan cepat. Target virus ini adalah limfosit CD4+ yang ada di nodus limfa dan thymus. Keadaan tersebut membuat individu yang terinfeksi HIV rentan terkena infeksi oportunistik dan membatasi kemampuan thymus untuk memproduksi limfosit T. Tes  antibody HIV dengan menggunakan enzyme linked imunoabsorbent assay (EIA) akan menunjukkan hasil positif.
5.      Cara penularan HIV/AIDS
Virus HIV menular melalui enam cara penularan, yaitu :
1.      Hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS
Hubungan seksual secara vaginal, anal, dan oral dengan penderita HIV tanpa perlindungan bisa menularkan HIV. Selama hubungan seksual berlangsung, air mani, cairan vagina, dan darah dapat mengenai selaput lender vagina, penis, dubur, atau mulut sehingga HIV yang terdapat dalam cairan tersebut masuk ke aliran darah (PELKESI, 1995). Selama berhubungan juga bisa terjadi lesi mikro pada dinding vagina, dubur, dan mulut yang bisa menjadi jalan HIV untuk masuk ke aliran darah pasangan seksual (Syaiful, 2000).
2.      Ibu pada bayinya
Penularan HIV dari ibu pada saat kehamilan (in utero). Berdasarkan laporan CDC Amerika, prevalensi HIV dari ibu ke bayi adalah 0,01% sampai 0,7%. Bila ibu baru terinfeksi HIV dan belum ada gejala AIDS, kemungkinan bayi terinfeksi sebanyak 20% sampai 35%, sedangkan kalau gejala AIDS sudah jelas pada ibu kemungkinannya mencapai 50% (PELKESI, 1995). Penularan juga terjadi selama proses persalinan melalui transfuse fetomaternal atau kontak antara kulit atau membrane mukosa bayi dengan darah atau sekresi maternal saat melahirkan (Lily V, 2004).
3.      Darah dan produk darah yang tercemar HIV/AIDS
Sangat cepat menularkan HIV karena virus langsung masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
4.      Pemakaian alat kesehatan yang tidak steril
Alat pemeriksaan kandungan seperti speculum,tenakulum, dan alat-alat lain yang darah,cairan vagina atau air mani yang terinfeksi HIV,dan langsung di gunakan untuk orang lain yang tidak terinfeksi bisa menularkan HIV.(PELKESI,1995).
5.      Alat-alat untuk menoleh kulit
Alat tajam dan runcing seperti jarum,pisau,silet,menyunat seseorang, membuat tato,memotong rambut,dan sebagainya bisa menularkan HIV sebab alat tersebut mungkin di pakai tampa disterilkan terlebih dahulu.
6.      Menggunakan jarum suntik secara bergantian
Jarum suntik yang di gunakan di fasilitas kesehatan,maupun yang di gunakan oleh parah pengguna narkoba (injecting drug user-IDU) sangat berpotensi menularkan HIV. Selain jarum suntik, pada para pemakai IDU secara bersama-sama juga mengguna tempat penyampur, pengaduk,dan gelas pengoplos obat,sehingga berpotensi tinggi untuk menularkan
HIV tidak menular melalui peralatan makan,pakaian,handuk,sapu tangan,toilet yang di pakai secara bersama-sama,berpelukan di pipi,berjabat tangan,hidup serumah dengan penderita HIV/AIDS, gigitan nyamuk,dan hubungan social yang lain.
D.    Manifestasi Klinis
Gejala dini yang sering dijumpai berupa eksantem, malaise, demam yang menyerupai flu biasa sebelum tes serologi positif. Gejala dini lainnya berupa penurunan berat badan lebih dari 10% dari berat badan semula, berkeringat malam, diare kronik, kelelahan, limfadenopati. Beberapa ahli klinik telah membagi beberapa fase infeksi HIV yaitu :
1.Infeksi HIV Stadium Pertama
Pada fase pertama terjadi pembentukan antibodi dan memungkinkan juga terjadi gejala-gejala yang mirip influenza atau terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.
2.Persisten Generalized Limfadenopati
Terjadi pembengkakan kelenjar limfe di leher, ketiak, inguinal, keringat pada waktu malam atau kehilangan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan sariawan oleh jamur kandida di mulut.
3.AIDS Relative Complex (ARC)
Virus sudah menimbulkan kemunduran pada sistem kekebalan sehingga mulai terjadi berbagai jenis infeksi yang seharusnya dapat dicegah oleh kekebalan tubuh. Disini penderita menunjukkan gejala lemah, lesu, demam, diare, yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya dan berlangsung lama, kadang-kadang lebih dari satu tahun, ditambah dengan gejala yang sudah timbul pada fase kedua.
4.Full Blown AIDS.
Pada fase ini sistem kekebalan tubuh sudah rusak, penderita sangat rentan terhadap infeksi sehingga dapat meninggal sewaktu-waktu. Sering terjadi radang paru pneumocytik, sarcoma kaposi, herpes yang meluas, tuberculosis oleh kuman opportunistik, gangguan pada sistem saraf pusat, sehingga penderita pikun sebelum saatnya. Jarang penderita bertahan lebih dari 3-4 tahun, biasanya meninggal sebelum waktunya.

Gejala HIV dan AIDS bervariasi tergantung dari fase infeksinya.

Infeksi awal

Ketika infeksi HIV pertama, anda mungkin tidak akan mengalami tanda atau gejala apapun. Tetapi dalam beberapa minggu anda dapat mengalami:

Infeksi selanjutnya

Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apapun dalam waktu 8 sampai 9 tahun, atau bahkan lebih. Tapi seiring dengan virus yang melipatgandakan diri dan merusak sistem imun, anda mungkin akan mengalami infeksi ringan atau gejala kronis seperti:

  • Pembengkakan node limpa – sering merupakan tanda awal infeksi HIV
  • Diare
  • Hilang berat badan
  • Demam
  • Batuk atau napas yang pendek

Infeksi tahap akhir

Dalam waktu sekitar 10 tahun atau lebih setelah infeksi pertama, masalah yang lebih serius dapat terjadi yang diistilahkan dengan AIDS dan dapat terjadi:

  • Infeksi yang terjadi ketika sistem imun lemah, seperti pneumocystis carinii pneumonia (PCP)
  • Kadar CD4 lymphocyte 200 atau lebih rendah – normalnya adalah antara 800 sampai 1.200

Seiring dengan perkembangan AIDS, sistem imun anda telah mengalami kerusakan parah. Infeksi akan mudah terjadi. Tanda dan gejalanya adalah:

  • Berkeringat di malam hari
  • Menggigil atau demam lebih dari 38 Celcius untuk beberapa minggu
  • Batuk kering dan napas pendek
  • Diare kronis
  • Noda putih pada lidah atau mulut
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Hilang berat badan

Anda juga dapat mengalami tanda dan gejala pada tahap lanjut infeksi virus HIV itu sendiri, seperti:

  • Rasa lelah yang tidak hilang dan tidak terjelaskan
  • Berkeringat pada malam hari
  • Menggigil atau demam tinggi untuk beberapa minggu
  • Pembengkakan node limpa lebih dari tiga bulan
  • Diare kronis
  • Sakit kepala yang tidak hilang

Jika anda terinfeksi virus HIV, anda juga lebih rentan mengalami kanker, khususnya kanker servik, lymphoma dan Kaposi’s sarcoma.

Gejala HIV pada anak-anak

Anak-anak dengan HIV positif dapat mengalami:

  • Sulit menambah berat badan
  • Sulit berkembang secara normal
  • Sulit berjalan
  • Penundaan perkembangan mental
  • Dapat mengalami infeksi telinga, pneumonia dan tonsilis
E.     Komplikasi

__

a.       Oral Lesi
Karena kandidia, herpes simplek, sarcoma Kaposi, HPV oral, gingivitis, peridonitis Human Immunodeficiency Virus (HIV), leukoplakia oral, nutrisi, dehidrasi, penurunan berat badan, keletihan dan cacat.

b.      Neurologik
1.      kompleks dimensia AIDS karena serangan langsung Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada sel saraf, berefek perubahan kepribadian, kerusakan kemampuan motorik, kelemahan, disfasia, dan isolasi social.
2.      Enselophaty akut, karena reaksi terapeutik, hipoksia, hipoglikemia, ketidakseimbangan elektrolit, meningitis / ensefalitis. Dengan efek : sakit kepala, malaise, demam, paralise, total / parsial.
3.      Infark serebral kornea sifilis meningovaskuler,hipotensi sistemik, dan maranik endokarditis.
4.      Neuropati karena imflamasi demielinasi oleh serangan Human Immunodeficienci Virus (HIV)

c.        Gastrointestinal
1.      Diare karena bakteri dan virus, pertumbuhan cepat flora normal, limpoma, dan sarcoma   Kaposi. Dengan efek, penurunan berat badan,anoreksia,demam,malabsorbsi, dan dehidrasi.
2.      Hepatitis karena bakteri dan virus, limpoma,sarcoma Kaposi, obat illegal, alkoholik. Dengan anoreksia, mual muntah, nyeri abdomen, ikterik,demam atritis.
3.      Penyakit Anorektal karena abses dan fistula, ulkus dan inflamasi perianal yang sebagai akibat infeksi, dengan efek inflamasi sulit dan sakit, nyeri rectal, gatal-gatal dan siare.
d.      Respirasi
Infeksi karena Pneumocystic Carinii, cytomegalovirus, virus influenza, pneumococcus, dan strongyloides dengan efek nafas pendek  ,batuk, nyeri, hipoksia, keletihan, dan gagal nafas.

e.       Dermatologik
Lesi kulit stafilokokus : virus herpes simpleks dan zoster, dermatitis karena xerosis, reaksi otot, lesi scabies/tuma, dan dekobitus dengan efek nyeri,gatal,rasa terbakar,infeksi skunder dan sepsis.

f.       Sensorik
·         Pandangan : Sarkoma Kaposi pada konjungtiva berefek kebutaan
·         Pendengaran : otitis eksternal akut dan otitis media, kehilangan pendengaran dengan efek nyeri.

F.     Pemeriksaan Penunjang
1.      Konfirmasi diagnosis dilakukan dengan uji antibody terhadap antigen virus structural. Hasil positif palsu dan negative palsu jarang terjadi.

2.      Untuk transmisi vertical (antibody HIV positif) dan serokonversi (antibody HIV negative), serologi tidak berguna dan RNA HIV harus diperiksa. Diagnosis berdasarkan pada amflikasi asam nukleat.

3.      Untuk memantau progresi penyakit, viral load (VL) dan hitung DC4 diperiksa secara teratur (setiap8=12 minggu). Pemeriksaan VL sebelum pengobatan menentukan kecepatan penurunan CD4, dan pemeriksaan pascapengobatan (didefinisikan sebagai VL <50 kopi/mL). menghitung CD4 menetukan kemungkinan komplikasi, dan menghitung CD4 >200 sel/mm3 menggambarkan resiko yang terbatas. Adapun pemeriksaan penunjang dasar yang diindikasikan adalah sebagai berikut :
Semua pasien                                                  CD4 <200 sel/mm3
Antigen permukaan HBV*                              Rontgen toraks
Antibody inti HBV+                                       RNA HCV
Antibody HCV                                               Antigen kriptokukus
Antibody IgG HAV                                       OCP tinja
Antibody Toxoplasma
Antibody IgG sitomegalovirus                       CD4 <100 sel/mm3
Serologi Treponema                                        PCR sitomegalovirus
Rontgen toraks                                             Funduskopi dilatasi
Skrining GUM                                                EKG
Sitologi serviks (wanita)                                 Kultur darah mikrobakterium
·         HAV, hepatitis A, HBV, hepatitis B, HCV, hepatitis C
·         *Antigen/antibody e HBV dan DNA HBV bila positif.
·         + Antibodi permukaan HBV bila negative dan riwayat imunisasi
·          Bila terdapat kontak/riwayat tuberculosis sebelumnya, pengguna obat suntik dan pasien dari daerah endemic tuberculosis.

4.      ELISA (Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay) adalah metode yang digunakan menegakkan diagnosis HIV dengan sensitivitasnya yang tinggi yaitu sebesar 98,1-100%. Biasanya tes ini memberikan hasil positif 2-3 bulan setelah infeksi.

5.      WESTERN blot adalah metode yang digunakan menegakkan diagnosis HIV dengan sensitivitasnya yang tinggi yaitu sebesar 99,6-100%. Pemeriksaanya cukup sulit, mahal, dan membutuhkan waktu sekitar 24 jam.

6.      PCR (polymerase Chain Reaction), digunakan untuk :
a.       Tes HIV pada bayi, karena zat antimaternal masih ada pada bayi yang dapat menghambat pemeriksaan secara serologis. Seorang ibu yan menderita HIV akan membentuk zat kekebalan untuk melawan penyakit tersebut. Zat kekbalan itulah yang diturunkan pada bayi melalui plasenta yang akan mengaburkan hasil pemeriksaan, seolah-olah sudah ada infeksi pada bayi tersebut. (catatan : HIV sering merupakan deteksi dari zat anti-HIV bukan HIV-nya sendiri).
b.      Menetapakan status infeksi individu yang seronegatif pada kelompok berisiko tinggi.
c.       Tes pada kelompok berisiko tinggi sebelum terjadi serokonversi.
d.      Tes konfirmasi untuk HIV-2, sebab ELISA mempunyai sensitivitas rendah untuk HIV-2.

7.      Serosurvei, untuk mengetahui prevalensi pada kelompok berisiko, dilaksanakan 2 kali pengujian dengan reagen yang berbeda.

8.      Pemeriksaan dengan rapid test (dipstick).
G.    Tata Laksana HIV
Belum ada penyembuhan untuk AIDS, jadi perlu dilakukan pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk mencegah terpajannya Human Immunodeficiency Virus (HIV), bisa dilakukan dengan :
1.      Melakukan abstinensi seks / melakukan hubungan kelamin dengan pasangan yang tidak terinfeksi.
2.      Memeriksa adanya virus paling lambat 6 bulan setelah hubungan seks terakhir yang tidak terlindungi.
3.      Menggunakan pelindung jika berhubungan dengan orang yang tidak jelas status Human Immunodeficiency Virus (HIV) nya.
4.      Tidak bertukar jarum suntik,jarum tato, dan sebagainya.
5.      Mencegah infeksi kejanin / bayi baru lahir.
Apabila terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), maka pengendaliannya yaitu :
1.      Pengendalian Infeksi Opurtunistik
Bertujuan menghilangkan, mengendalikan, dan pemulihan infeksi opurtunistik, nasokomial, atau sepsis. Tidakan pengendalian infeksi yang aman untuk mencegah kontaminasi bakteri dan komplikasi penyebab sepsis harus dipertahankan bagi pasien dilingkungan perawatan kritis.
1.      Terapi AZT (Azidotimidin)
Disetujui FDA (1987) untuk penggunaan obat antiviral AZT yang efektif terhadap AIDS, obat ini menghambat replikasi antiviral Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan menghambat enzim pembalik traskriptase. AZT tersedia untuk pasien AIDS yang jumlah sel T4 nya <>3 . Sekarang, AZT tersedia untuk pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif asimptomatik dan sel T4 > 500 mm3
1.      Terapi Antiviral Baru
Beberapa antiviral baru yang meningkatkan aktivitas system imun dengan menghambat replikasi virus / memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya. Obat-obat ini adalah :
1.      Didanosine
2.      Ribavirin
3.      Diedoxycytidine
4.      Recombinant CD 4 dapat larut
1.      Vaksin dan Rekonstruksi Virus
Upaya rekonstruksi imun dan vaksin dengan agen tersebut seperti interferon, maka perawat unit khusus perawatan kritis dapat menggunakan keahlian dibidang proses keperawatan dan penelitian untuk menunjang pemahaman dan keberhasilan terapi AIDS.
1.      Pendidikan untuk menghindari alcohol dan obat terlarang, makan-makanan sehat,hindari stress,gizi yang kurang,alcohol dan obat-obatan yang mengganggu fungsi imun.
2.      Menghindari infeksi lain, karena infeksi itu dapat mengaktifkan sel T dan mempercepat reflikasi Human Immunodeficiency Virus (HIV).
DAFTAR PUSTAKA
Widoyono. 2005. Penyakit Tropis: Epidomologi, penularan, pencegahan, dan pemberantasannya.. Jakarta: Erlangga Medical Series
Muhajir. 2007. Pendidkan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Bandung: Erlangga
Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1993. Mikrobiolog Kedokteran. Jakarta Barat: Binarupa Aksara
Djuanda, adhi. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Mandal,dkk. 2008. Penyakit Infeksi. Jakarta: Erlangga Medical Series
 http://lushirosmayanti.blogspot.com/

http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/10/gejala-hiv-aids.html